Teknologi

AS: Berakhirnya Status TPS Ancam Masa Depan Ratusan Ribu Imigran El Salvador

Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi Amerika Serikat (USCIS) secara resmi mengumumkan bahwa program Status Perlindungan Sementara atau Temporary Protected

AS: Berakhirnya Status TPS Ancam Masa Depan Ratusan Ribu Imigran El Salvador

Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi Amerika Serikat (USCIS) secara resmi mengumumkan bahwa program Status Perlindungan Sementara atau Temporary Protected Status (TPS) bagi warga negara El Salvador akan berakhir pada 9 September mendatang. Keputusan ini memicu kecemasan mendalam di kalangan ratusan ribu penerima manfaat yang telah menetap dan membangun karier di Amerika Serikat selama puluhan tahun, menempatkan kehidupan mereka dalam ketidakpastian hukum yang rentan.

Salah satu warga yang terdampak langsung adalah Soledad Miranda, seorang perempuan berusia 52 tahun yang telah menghabiskan sebagian besar masa dewasanya di Negeri Paman Sam. Miranda, yang berhasil menyewa apartemen mandiri pertamanya tiga tahun lalu, kini harus menghadapi kenyataan pahit bahwa seluruh fondasi hidup yang telah ia bangun terancam runtuh.

"Saya telah merencanakan seluruh hidup saya di sini, namun sekarang semuanya berada di ambang ketidakpastian," ujar Miranda saat menceritakan kegelisahannya menghadapi perubahan kebijakan imigrasi tersebut.

Kronologi Perjalanan dan Integrasi Komunitas Imigran

Keberadaan warga El Salvador di bawah naungan TPS memiliki sejarah panjang yang berakar dari bencana kemanusiaan di negara asal mereka. Berikut adalah linimasa perjalanan integrasi para imigran:

  1. Tahun 1997: Miranda mengambil keputusan besar untuk bermigrasi ke Amerika Serikat pada usia muda demi mencari kehidupan yang lebih aman dan stabil. Setibanya di sana, ia menetap di negara bagian Washington dan sempat bekerja dengan status tidak berdokumen resmi.
  2. 13 Januari 2001: Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang El Salvador, meluluhlantakkan infrastruktur dan perekonomian negara tersebut. Bencana dahsyat ini mendorong Pemerintah AS menetapkan TPS bagi warga El Salvador yang telah berada di wilayah AS.
  3. Periode 2001–2020: Berkat perlindungan legalitas TPS, para penerima manfaat berhasil mengakses pendidikan tinggi dan lisensi profesional. Miranda berhasil menyelesaikan pendidikannya dan memperoleh lisensi resmi sebagai ahli kosmetologi, sembari aktif mengabdi pada program balai kota Olympia untuk mendampingi perempuan korban kekerasan domestik.
  4. Masa Pandemi COVID-19: Komunitas penerima TPS, termasuk Miranda, memegang peranan krusial sebagai pekerja esensial yang menopang sektor-sektor vital masyarakat di tengah krisis kesehatan global.
  5. Tahun Ini: Pengumuman batas akhir program TPS menempatkan ribuan tenaga kerja produktif dalam posisi terancam dideportasi jika tidak segera menemukan jalur penyesuaian status alternatif.

Dampak Sosial dan Ketidakpastian Regulasi

Penghentian program TPS dinilai membawa dampak sosioekonomi yang signifikan, tidak hanya bagi para imigran tetapi juga bagi komunitas lokal tempat mereka berkontribusi. Selama lebih dari dua dekade, pemegang TPS telah berakar kuat, membeli properti, membayar pajak secara rutin, serta membangun jaringan sosial dan profesional di berbagai sektor.

Pakar imigrasi memperingatkan bahwa tanpa adanya solusi legislatif yang komprehensif dari Kongres AS, ribuan profesional berisiko kehilangan izin kerja resmi mereka. Situasi ini memaksa banyak imigran menghadapi dilema berat antara kembali ke negara asal yang belum sepenuhnya stabil atau bertahan secara klandestin dengan risiko deportasi sewaktu-waktu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS toni-kurniadi

Reporter E-Sports. Meliput Mobile Legends, Valorant, dan industri gaming.

Comments (0)

User