Teknologi

AS Klaim Hancurkan Dua Peluncur Roket Iran di Selat Hormuz

Amerika Serikat melalui Comando Sentral (CENTCOM) menyatakan telah berhasil melumpuhkan dua unit peluncur roket buatan Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz. Aksi militer ini menambah ketegangan yang suda...

AS Klaim Hancurkan Dua Peluncur Roket Iran di Selat Hormuz

Amerika Serikat melalui Comando Sentral (CENTCOM) menyatakan telah berhasil melumpuhkan dua unit peluncur roket buatan Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz. Aksi militer ini menambah ketegangan yang sudah tinggi di kawasan Timur Tengah, terutama di jalur pelayaran strategis dunia yang menghubungkan teluk-teluk penghasil minyak.

Lokasi Strategis Selat Hormuz

Selat Hormuz merupakan jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Setiap hari, sekitar 21 juta barel minyak melewati selat ini, atau setara dengan seperlima konsumsi minyak global. Pulau Larak sendiri terletak di ujung utara selat tersebut dan secara historis sering digunakan sebagai titik strategis untuk operasi militer maupun pengawasan maritim.

Serangan yang diklaim AS ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang lebih luas antara Washington dan Tehran. Kedua negara memang sudah lama berada dalam ketegangan, terutama setelah ditariknya Amerika dari perjanjian nuklir Iran pada 2018 dan penerapan kembali sanksi-sanksi ekonomi yang ketat.

Spesifikasi Fajr-5

Roket Fajr-5 yang menjadi target serangan adalah peluru kendali (missile) jarak menengah buatan Iran. Berikut spesifikasi utama sistem rudal ini:

Jangkauan: Sekitar 75 kilometer, cukup untuk mengancam kapal-kapal di Selat Hormuz dan wilayah perairan sekitar.

Jenis hulu ledak: Konvensional, dirancang untuk menghancurkan target di daratan maupun permukaan laut.

Peluncur: Berupa kendaraan pengangkut yang bisa berpindah posisi setelah menembakkan muatannya, sehingga sulit dilacak oleh musuh.

Sistem Fajr-5 selama ini menjadi bagian dari arsenal pertahanan Iran di kawasan pesisir. Kemampuan mobilitasnya menjadikannya tantangan tersendiri bagi sistem pengawasan musuh, karena bisa menghilang sebelum drone atau pesawat pengintaian berhasil menguncinya.

Dampak terhadap Stabilitas Kawasan

Penghancuran dua peluncur roket ini bukan sekadar aksi militer biasa. Ini menunjukkan bahwa Washington masih mempertahankan postur agresif di kawasan tersebut, meskipun fokus kebijakan luar negeri AS mulai bergeser ke konflik lain seperti perang di Eropa Timur.

Bagi Iran, kehilangan dua unit peluncur berarti berkurangnya kemampuan ردع (deterensi) di kawasan selat. Namun, Tehran memiliki puluhan sistem peluncuran serupa yang tersebar di berbagai lokasi pesisir, sehingga kemampuan militernya tidak serta-merta lumpuh.

另一边, negara-negara tetangga di kawasan Teluk Persia kemungkinan besar mengamati perkembangan ini dengan cemas. Jalur pelayaran yang aman menjadi perhatian utama, mengingat setiap gangguan di Selat Hormuz dapat memengaruhi harga minyak global dan pada akhirnya menggerogoti ekonomi dunia.

Analis pertahanan menilai bahwa insiden ini kemungkinan besar bukan akhir dari konfrontasi, melainkan bagian dari serangkaian aksi militer berkelanjutan antara kedua negara. Washington tampaknya ingin membatasi kemampuan Iran untuk mengganggu navigasi internasional, sementara Tehran terus mengembangkan arsenalnya sebagai bentuk pertahanan dan proyeksi kekuatan di kawasan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS suwandi-tan

Editor Olahraga. Mantan jurnalis olahraga cetak. Meliput Piala Dunia 3 edisi.

Comments (0)

User