Bisnis

ATSI Ungkap Skema Perlindungan Sisa Kuota Pelanggan

Jakarta — Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) mengungkap skema perlindungan yang tengah disiapkan operator seluler untuk melindu

ATSI Ungkap Skema Perlindungan Sisa Kuota Pelanggan

Jakarta — Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) mengungkap skema perlindungan yang tengah disiapkan operator seluler untuk melindungi sisa kuota internet pelanggan. Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung atas Surat Edaran (SE) Menteri Komunikasi dan Digital terkait kepatuhan terhadap putusan Mahkamah Konstitusi mengenai kuota internet hangus.

Dalam wawancara di Bandung, Minggu (27/9/2026), Ketua ATSI Marwan O. Baasir menyatakan bahwa selama sebulan terakhir pihaknya intens berdiskusi bersama seluruh anggota asosiasi. Pembahasan difokuskan pada bentuk perlindungan konkret yang dapat diterapkan operator tanpa merusak model bisnis yang selama ini berjalan.

"Jadi selama sebulan ini kita sudah berdiskusi dan sudah berjalan. Besok kita akan sampaikan dari masing-masing operator menyampaikan laporan," kata Marwan O. Baasir.

Rollover dan Non-Rollover Tetap Jadi Pilihan

Marwan menjelaskan bahwa ketentuan perlindungan kuota pada prinsipnya berlaku untuk dua jenis produk data internet, yakni sistem kuota terakumulasi atau rollover serta kuota yang hangus pada akhir periode atau non-rollover. Keduanya tetap menjadi pilihan pelanggan sesuai kebutuhan dan kebiasaan penggunaan masing-masing.

Menariknya, pelanggan yang memilih paket non-rollover pun tetap mendapatkan perlindungan dari operator sesuai ketentuan surat edaran yang berlaku. Artinya, tidak ada lagi pelanggan yang sepenuhnya kehilangan hak atas uang yang telah mereka bayarkan hanya karena kuota tidak terpakai habis sebelum tenggat.

"Perlindungan lainnya berarti operator punya keleluasaan untuk berinovasi memberikan pemanis karena pelanggan memilih non-rollover," ujar Marwan.

Opsi Perpanjangan Masa Aktif dan Poin Loyalitas

Sejumlah opsi perlindungan tengah dipertimbangkan oleh para operator. Marwan merinci pilihan-pilihan yang berada di meja pembahasan saat ini, antara lain:

  • Perpanjangan masa aktif, berupa tambahan waktu misalnya tiga hari sebelum kuota benar-benar hangus, sehingga pelanggan masih memiliki ruang untuk memanfaatkan sisa kuotanya.
  • Pemberian poin loyalitas yang dapat ditukarkan pelanggan untuk menambah kuota atau dimanfaatkan dalam program undian berhadiah.
  • Inovasi produk tambahan dari operator sebagai bentuk kompensasi bagi pengguna paket non-rollover yang bersedia memilih skema tersebut.
  • Mekanisme rollover otomatis pada produk tertentu agar sisa kuota terbawa ke periode pembelian berikutnya.

Marwan menegaskan ketentuan perlindungan kuota tersebut tidak hanya berlaku bagi pelanggan prabayar, tetapi juga pelanggan pascabayar. Dengan demikian, cakupan perlindungan menjangkau seluruh segmen pelanggan telekomunikasi di Tanah Air.

Penerapan Masih Butuh Waktu Penyesuaian

Meski sejumlah opsi telah dibahas oleh anggota ATSI, penerapan kebijakan masih memerlukan waktu. Setiap operator perlu menyesuaikan model bisnis dan sistem penagihan yang berbeda-beda, termasuk integrasi teknis di tingkat billing system dan kanal layanan pelanggan.

"Persiapan ini kan butuh waktu. Mudah-mudahan tidak terlalu lama lagi untuk menyelesaikan ini, karena kami juga concern bahwa masyarakat menanti," ujar Marwan dengan nada optimistis.

Sebelumnya, pada akhir Agustus 2026, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menerbitkan surat edaran kepada operator seluler terkait kepatuhan terhadap putusan Mahkamah Konstitusi mengenai perlindungan kuota internet. Surat edaran diterbitkan karena kementerian masih menerima sejumlah pengaduan masyarakat yang menunjukkan ketentuan perlindungan kuota belum sepenuhnya diterapkan operator.

"Karena itu kemarin akhirnya kami mengeluarkan surat edaran kepada operator dan kita berikan deadline hingga 28 September untuk kemudian melaporkan kepatuhan," kata Meutya Hafid.

Batas waktu pelaporan kepatuhan tersebut menjadi penanda penting bagi industri telekomunikasi nasional. Para operator kini menyiapkan laporan sekaligus skema teknis yang akan diumumkan kepada publik dalam waktu dekat. Bagi jutaan pelanggan, perkembangan ini menentukan apakah sisa kuota mereka masih bisa diselamatkan atau benar-benar hangus di akhir periode.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fahmi-reza

Reporter MotoGP/Formula 1. Meliput balapan motor dan mobil internasional.

Comments (0)

User