Bisnis

BGN Catat Realisasi Program Makan Bergizi Capai Rp139,77 Triliun

Realisasi penyerapan anggaran untuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan akselerasi signifikan. Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan

BGN Catat Realisasi Program Makan Bergizi Capai Rp139,77 Triliun

Realisasi penyerapan anggaran untuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan akselerasi signifikan. Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan bahwa hingga September 2026, serapan dana program prioritas nasional tersebut telah menembus angka Rp139,77 triliun. Pencapaian ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperluas jangkauan intervensi gizi bagi anak-anak dan kelompok rentan di seluruh pelosok Nusantara.

Laporan pertanggungjawaban dan perkembangan penyerapan anggaran tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara BGN, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Pertemuan ini difokuskan pada evaluasi efektivitas distribusi, pengawasan mutu pangan, hingga dampak ekonomi yang dihasilkan.

Cakupan Luas dan Dampak Berantai Ekonomi

Alokasi anggaran yang mencapai ratusan triliun rupiah tersebut difungsikan untuk mendanai pengadaan makanan bergizi harian bagi peserta didik dari tingkat pendidikan anak usia dini hingga menengah atas, serta ibu hamil dan balita. Penyaluran masif ini tidak sekadar berorientasi pada peningkatan status gizi generasi muda, melainkan juga menggerakkan roda perekonomian lokal secara terstruktur.

BGN mencatat bahwa operasional satuan pelayanan gizi di berbagai daerah melibatkan ribuan rantai pasok lokal, mulai dari petani, peternak, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui skema pengadaan bahan baku terintegrasi, perputaran uang di tingkat pedesaan mengalami peningkatan nyata.

"Penyerapan anggaran sebesar Rp139,77 triliun per September 2026 ini bukan sekadar angka administratif, melainkan wujud nyata investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kami memastikan setiap rupiah dikonversi menjadi asupan bergizi yang aman dan berstandar tinggi," ujar perwakilan pimpinan BGN di hadapan anggota legislatif.

Pengawasan Ketat Bersama BPOM

Guna menjamin higienitas serta kandungan nutrisi makanan yang disajikan, BGN memperkuat sinergi pengawasan bersama BPOM. Kolaborasi lintas lembaga ini dirancang guna mencegah insiden keamanan pangan serta memastikan menu harian memenuhi baku mutu gizi seimbang.

Berikut adalah sejumlah pilar utama optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis sepanjang tahun anggaran 2026:

  • Standardisasi Menu Nasional: Penyusunan komposisi gizi berbasis kearifan dan ketersediaan pangan lokal di tiap wilayah.
  • Digitalisasi Distribusi: Pemanfaatan sistem pemantauan digital secara langsung untuk mengontrol ketepatan waktu serta kuantitas porsi makanan.
  • Penguatan Pengawasan Mutu: Pengujian berkala sampel makanan di laboratorium BPOM untuk menjamin bebas cemaran biologis dan kimiawi.
  • Pemberdayaan Komunitas: Pelibatan tenaga kerja lokal dalam pengelolaan dapur pusat dan distribusi logistik harian.

Menanggapi capaian tersebut, Komisi IX DPR RI mengingatkan agar BGN terus menjaga transparansi dan akuntabilitas tata kelola anggaran. Parlemen menegaskan pentingnya pemantauan berkelanjutan di sisa kuartal akhir tahun anggaran 2026 guna memastikan seluruh target sasaran terpenuhi secara merata tanpa kendala administratif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User