Teknologi

Ekonom UGM Sebut Pergantian Menkeu Belum Jamin Masalah Fiskal Tuntas

Dinamika perombakan kabinet kembali bergulir di pucuk pimpinan bendahara negara. Pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Y

Ekonom UGM Sebut Pergantian Menkeu Belum Jamin Masalah Fiskal Tuntas

Dinamika perombakan kabinet kembali bergulir di pucuk pimpinan bendahara negara. Pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa menandai babak baru dalam pengelolaan kas dan kebijakan anggaran Republik Indonesia. Kendati membawa angin segar bagi rotasi kepemimpinan birokrasi, langkah pergantian figur menteri dinilai kalangan akademisi bukan merupakan obat mujarab yang serta-merta mampu menuntaskan jeratan persoalan fiskal struktural di tanah air.

Ekonom dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan bahwa tantangan utama sektor keuangan negara berakar pada persoalan sistemik dan eksternal yang kompleks. Pergantian figur nakhoda di Kementerian Keuangan dinilai tidak akan berdampak signifikan apabila tidak dibarengi dengan reformasi belanja, konsistensi kebijakan perpajakan, serta keberanian membenahi alokasi subsidi yang kerap membebani ruang gerak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Akar Masalah Struktural Ruang Fiskal

Tekanan terhadap APBN kian nyata di tengah ketidakpastian geopolitik global dan fluktuasi harga komoditas. Pakar ekonomi UGM menyoroti bahwa kapasitas fiskal Indonesia saat ini terhimpit oleh beban pembayaran bunga utang, keterbatasan penerimaan pajak, dan mandat belanja wajib (mandatory spending) yang menyisakan ruang diskresi teramat sempit bagi program-program pengungkit produktivitas.

"Mengganti figur menteri keuangan adalah hak prerogatif kepemimpinan negara, namun permasalahan fiskal kita bukan sekadar soal siapa nakhodanya, melainkan bagaimana arah arsitektur kebijakan anggaran dirumuskan dan dieksekusi secara konsisten di tengah tantangan struktural," tegas akademisi UGM dalam analisisnya.

Beban fiskal nasional setidaknya dipengaruhi oleh tiga pilar utama yang membutuhkan mitigasi berkelanjutan:

  • Rasio Pajak (Tax Ratio): Optimalisasi penerimaan pajak yang masih berada di bawah potensi optimal perekonomian nasional.
  • Efisiensi Belanja Publik: Kebutuhan mendesak untuk memangkas inefisiensi anggaran dan menghentikan proyek-proyek yang minim multiplier effect ekonomi.
  • Kerentanan Nilai Tukar dan Utang: Risiko pembiayaan kembali (refinancing risk) akibat volatilitas pasar keuangan global dan suku bunga acuan tinggi.

Tantangan Kunci Pengelolaan Fiskal 2026

Untuk memahami kompleksitas yang dihadapi kepemimpinan baru Kementerian Keuangan, berikut perbandingan tantangan utama dan instrumen mitigasi yang perlu disiapkan:

Fokus Kebijakan Tantangan Utama Rekomendasi Solusi
Penerimaan Negara Stagnasi rasio pajak dan basis wajib pajak terbatas Perluasan digitalisasi data pajak dan penegakan kepatuhan
Belanja Subsidi Subsidi energi rawan meleset dari sasaran riil Transformasi skema subsidi berbasis barang ke subsidi orang
Defisit Anggaran Batas defisit 3 persen PDB di tengah gejolak pasar Prioritisasi ketat belanja modal produktif bernilai tambah

Ekspektasi Terhadap Kepemimpinan Baru

Menteri Keuangan Suahasil Nazara dituntut segera merumuskan langkah taktis guna meredam kekhawatiran pasar keuangan domestik dan internasional. Konsistensi dalam menjaga batas defisit anggaran di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi harga mati untuk mempertahankan kredibilitas fiskal nasional. Publik kini menanti apakah suksesi kepemimpinan ini benar-benar mampu mengurai benang kusut keuangan negara atau sekadar menjadi rotasi politis administratif semata.

Pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menkeu menggantikan Purbaya dinilai belum menjamin masalah fiskal tuntas tanpa pembenahan mendasar: - Tax ratio masih menjadi tantangan utama - Subsidi energi butuh skema tepat sasaran - Disiplin defisit APBN tetap jadi jangkar kredibilitas Baca selengkapnya di portal Terdepan.id

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User