Bisnis

Gaikindo Tagih Ketersediaan BBM Standar Euro 4 Secara Merata

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kembali menyoroti ketimpangan antara kesiapan teknologi kendaraan dan ketersediaan bahan bakar mi

Gaikindo Tagih Ketersediaan BBM Standar Euro 4 Secara Merata

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kembali menyoroti ketimpangan antara kesiapan teknologi kendaraan dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan di tanah air. Kendati para pelaku industri otomotif nasional telah mematuhi kewajiban memproduksi dan memasarkan kendaraan berstandar Euro 4 sejak tahun 2018, pasokan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi tersebut dinilai masih belum terdistribusi secara merata ke seluruh pelosok Nusantara.

Kronologi Kebijakan Emisi Euro 4 di Indonesia

Penerapan standar emisi yang lebih ketat di Indonesia telah melalui perjalanan panjang. Kebijakan ini dirancang untuk menekan emisi gas buang kendaraan bermotor serta memperbaiki kualitas udara perkotaan yang kian mengkhawatirkan.

  1. Maret 2017: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menerbitkan Peraturan Menteri LHK Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 mengenai baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru kategori M, N, dan O berstandar Euro 4.
  2. Oktober 2018: Regulasi resmi diberlakukan penuh untuk kendaraan bermotor berbahan bakar bensin. Pabrikan otomotif diwajibkan hanya memproduksi dan menjual unit bensin berspesifikasi minimal Research Octane Number (RON) 91 dengan kadar sulfur maksimal 50 ppm.
  3. April 2022: Setelah sempat tertunda akibat pandemi COVID-19, kewajiban standar Euro 4 diperluas ke kendaraan bermesin diesel, yang mensyaratkan bahan bakar dengan Cetane Number (CN) minimal 51 dan kadar sulfur di bawah 50 ppm.
  4. 2023–Sekarang: Seluruh lini produksi pabrikan telah beralih ke Euro 4, namun ketersediaan BBM bersih bersulfur rendah masih terkonsentrasi di kota-kota besar di Pulau Jawa.

Dilema Industri Otomotif dan Konsumen

Kondisi ini menimbulkan dilema serius bagi konsumen dan produsen otomotif. Banyak pemilik kendaraan modern terpaksa mengisi tangki bahan bakar mereka dengan BBM berkualitas rendah ketika bepergian ke luar wilayah metropolitan akibat minimnya opsi BBM berstandar Euro 4 di stasiun pengisian setempat.

"Industri otomotif telah menjalankan komitmen penuh dengan menyediakan kendaraan berstandar Euro 4 sejak 2018. Namun, efektivitas teknologi ramah lingkungan ini sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar yang tepat dan merata di pasar," ungkap perwakilan Gaikindo.

Penggunaan BBM dengan kandungan sulfur tinggi pada mesin modern membawa dampak teknis yang merugikan, antara lain:

  • Kerusakan Catalytic Converter: Tingginya kandungan sulfur dapat merusak komponen penyaring emisi secara permanen.
  • Penurunan Performa Mesin: Pembakaran menjadi tidak optimal, memicu penumpukan kerak karbon pada ruang bakar dan injektor.
  • Emisi Tetap Tinggi: Manfaat penurunan polusi dari teknologi Euro 4 menjadi tidak tercapai secara maksimal.

Desakan Percepatan Distribusi BBM Bersih

Gaikindo mendesak pemerintah bersama badan usaha penyedia energi untuk segera mempercepat penyelarasan infrastruktur energi bersih. Tanpa adanya jaminan distribusi BBM yang merata, target dekarbonisasi sektor transportasi nasional dikhawatirkan berjalan lambat. Standardisasi pasokan bahan bakar rendah sulfur menjadi kunci mutlak agar transisi menuju standar emisi yang lebih bersih dapat dirasakan dampaknya oleh seluruh masyarakat Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS grace-winata

Reporter Basket. Meliput IBL, NBA, dan basket Asia.

Comments (0)

User