Bisnis

IHSG Terkoreksi Tajam ke Level 6.429 Akibat Tekanan Jual Investor Asing

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan awal pekan dengan tekanan hebat. Pada penutupan sesi pertama, indeks saham domestik terperoso

IHSG Terkoreksi Tajam ke Level 6.429 Akibat Tekanan Jual Investor Asing

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan awal pekan dengan tekanan hebat. Pada penutupan sesi pertama, indeks saham domestik terperosok ke zona merah seiring maraknya aksi jual yang dilakukan oleh para pelaku pasar, khususnya investor asing yang mencatatkan pelepasan portofolio dalam jumlah signifikan.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 1,70 persen atau terpangkas ke level 6.429. Pelemahan ini mencerminkan sentimen pasar yang cenderung defensif di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.

Kronologi Pergerakan IHSG Sepanjang Sesi I

Aktivitas transaksi sejak bel pembukaan pasar menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi, dengan dominasi aksi lepas saham oleh investor institusi dan asing. Berikut rangkuman jalannya perdagangan:

  1. Pukul 09.00 WIB: IHSG dibuka di zona merah dan langsung mengalami tekanan akibat minimnya sentimen pendorong dari bursa regional.
  2. Pukul 10.30 WIB: Tekanan jual kian meningkat tajam, dipicu penurunan harga saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) di sektor perbankan dan tambang.
  3. Pukul 12.00 WIB: IHSG mengakhiri sesi pertama dengan penurunan 1,70 persen ke level 6.429. Sebanyak 517 saham terkoreksi, hanya 144 saham yang menguat, dan 122 saham bergerak stagnan.

Daftar Saham Paling Banyak Dilepas Investor Asing

Tekanan utama pada laju indeks dipicu oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang menembus angka Rp 664 miliar hanya dalam kurun waktu setengah hari perdagangan. Beberapa saham unggulan di sektor energi, mineral, dan perbankan menjadi sasaran utama likuidasi portofolio asing.

  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Saham perbankan pelat merah ini mengalami tekanan jual signifikan yang menekan indeks sektor finansial.
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Saham emiten tambang mineral ini banyak dilepas seiring fluktuasi harga komoditas logam global.
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Saham emiten batu bara ini turut dilepas pemodal asing di tengah penyesuaian harga energi global.
"Aksi jual bersih asing yang cukup masif pada saham-saham berbobot besar memberikan efek domino terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan. Pelaku pasar cenderung mengambil posisi wait and see mengantisipasi rilis data makro ekonomi terbaru," ungkap analis pasar modal.

Prospek Perdagangan dan Antisipasi Sesi II

Pelemahan lebih dari 500 saham menunjukkan bahwa sentimen negatif tidak hanya melanda saham lapis pertama, melainkan merata hingga ke saham lapis kedua dan ketiga. Pelaku pasar diimbau untuk mencermati level batas bawah (support) psikologis indeks guna memitigasi risiko penurunan lebih lanjut pada sesi perdagangan berikutnya.

Aksi jual bersih (net sell) investor asing mencapai Rp 664 miliar. Sebanyak 517 saham tercatat merah, dipimpin koreksi pada saham BMRI, ANTM, dan BUMI. Simak analisis lengkapnya di Terdepan.id.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS grace-winata

Reporter Basket. Meliput IBL, NBA, dan basket Asia.

Comments (0)

User