TEL AVIV — Menjelang peringatan ketiga tahun serangan paling mematikan dalam sejarah negara itu, pemerintah Israel pada Selasa (30/9/2025) memerintahkan militer menaikkan level kewaspadaan. Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran bahwa kelompok Hamas tengah merencanakan operasi baru menjelang hari peringatan tersebut.
Keputusan itu diumumkan melalui kantor Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang menyatakan peningkatan status siaga didasari oleh temuan informasi intelijen mengenai "niat Hamas untuk mencoba melancarkan serangan dan operasi teroris" pada Rabu di Jalur Gaza.
Peringatan Keras kepada Hamas dan Warga Gaza
Dalam pernyataan resminya, Katz memberikan peringatan tegas kepada pimpinan Hamas. Ia menegaskan bahwa bila pasukan Israel mengalami korban, pihak yang akan menanggung konsekuensi berat adalah Hamas dan penduduk Gaza.
"Jika pasukan kami menderita kerugian, pihak yang akan membayar harga tinggi adalah Hamas dan penduduk Gaza, dengan cara yang tidak proporsional," tegas Katz dalam pernyataan tertulis yang dikutip media lokal.
Peringatan itu muncul ketika ketegangan di kawasan masih sangat tinggi. Serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera ratusan warga sipil, memicu perang besar antara Israel dan Hamas yang hingga kini belum benar-benar mereda. Insiden tersebut dicatat sebagai pembantaian terbesar terhadap umat Yahudi sejak era Holokaus.
Persiapan Militer di Tepi Barat
Selain situasi di Gaza, Menteri Katz juga memaparkan dalam rapat kabinet mengenai persiapan militer di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel. Persiapan itu dijadwalkan berlangsung hingga pemilihan umum pada 27 Oktober, dengan instruksi agar seluruh pasukan bersiap menghadapi skenario perang.
"Skenario referensi" yang ditetapkan untuk Pertahanan Israel di Tepi Barat menegaskan bahwa persiapan harus dilakukan mengingat kemungkinan serangan dari elemen jihadis. Langkah ini menunjukkan bahwa ancaman keamanan tidak hanya terpusat di Gaza, tetapi juga merambat ke wilayah lain yang menjadi titik rawan eskalasi.
| Aspek | Nilai Kunci |
|---|---|
| Peringatan serangan Hamas | 7 Oktober 2023 |
| Korban jiwa dalam serangan | Sekitar 1.200 orang |
| Pemilihan umum Israel | 27 Oktober |
| Status kewaspadaan militer | Dinaikkan |
Konteks Peringatan Ketiga Tahun
Peringatan ketiga tahun serangan tersebut berlangsung dalam suasana yang penuh ketidakpastian. Upacara kenangan bagi para korban rencananya digelar di berbagai wilayah Israel, sementara di lapangan, militer tetap menjaga operasi ofensif dan defensif di Jalur Gaza serta Tepi Barat.
Bagi banyak keluarga korban, momen ini menjadi pengingat pahit bahwa proses pemulihan masih jauh dari selesai. Ratusan sandera yang sempat disandera, sebagian telah dibebaskan melalui kesepakatan, namun sejumlah lainnya masih menjadi misteri yang menyayat hati bangsa Israel.
Di sisi lain, krisis kemanusiaan di Gaza terus memburuk akibat pertempuran berkepanjangan. Pemerintah Israel menegaskan bahwa operasi militer akan berlanjut selama Hamas masih dianggap mengancam keamanan negara, sementara komunitas internasional terus menyerukan agar gencatan senjata segera tercapai.
Naiknya level kewaspadaan ini menandakan bahwa Israel bersiap menghadapi kemungkinan provokasi baru. Pemerintah menegaskan seluruh jajaran keamanan akan melakukan segala langkah yang diperlukan untuk melindungi warganya, sembari menegaskan konsekuensi berat bagi pihak yang mencoba mengganggu stabilitas.
Comments (0)