Bisnis

JAKARTA — Singgih Januratmoko Dukung Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis

Geliat perekonomian masyarakat akar rumput kini merasakan angin segar seiring bergulirnya wacana dan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Progr

JAKARTA — Singgih Januratmoko Dukung Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis

Geliat perekonomian masyarakat akar rumput kini merasakan angin segar seiring bergulirnya wacana dan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program unggulan nasional ini tidak hanya dirancang sebagai intervensi kesehatan untuk mengatasi persoalan tengkes (stunting) pada generasi muda, tetapi juga bertindak sebagai katalisator ekonomi bagi para peternak lokal di seluruh pelosok Nusantara. Penyerapan bahan pangan secara masif menciptakan rantai pasok baru yang langsung menyentuh para produsen skala kecil dan menengah.

Dampak Positif Bagi Ekosistem Peternak Lokal

Sebelum adanya program MBG, banyak peternak lokal—khususnya peternak unggas, sapi perah, dan sapi potong—yang kerap berhadapan dengan ketidakpastian harga pasar serta dominasi tengkulak. Kehadiran program MBG menghadirkan kepastian pembeli (offtaker) dalam jumlah besar secara berkala. Hal ini secara langsung meningkatkan pendapatan peternak lokal hingga 30 hingga 50 persen dibandingkan periode sebelum program berjalan.

Kebutuhan pasokan harian berupa telur, daging ayam, dan susu segar untuk ribuan dapur umum sekolah menjadikan komoditas ternak lokal sangat diminati. Ekosistem ini tidak sekadar meningkatkan omzet penjualan harian, melainkan juga memberikan jaminan stabilitas usaha yang memicu kestabilan ekonomi perdesaan secara menyeluruh.

Dukungan Parlemen dan Keberlanjutan Program

Langkah positif ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari parlemen. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI sekaligus anggota Fraksi Partai Golkar, Singgih Januratmoko, secara tegas menyuarakan pentingnya keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis tersebut demi mewujudkan dua sasaran strategis sekaligus: penguatan kualitas sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan di daerah.

"Program Makan Bergizi Gratis ini bukan sekadar agenda pembagian makanan harian, melainkan sebuah investasi jangka panjang yang sangat krusial bagi masa depan generasi muda Indonesia. Di sisi lain, program ini terbukti menjadi mesin penggerak utama yang mendongkrak kesejahteraan peternak lokal yang selama ini merindukan kepastian pasar," ujar Singgih Januratmoko dalam keterangannya di Jakarta.

Singgih menekankan bahwa keberhasilan MBG tidak boleh diukur hanya dari terpenuhinya piring makan anak sekolah, tetapi juga dari seberapa jauh modal ekonomi berputar di tingkat akar rumput. Ia mengingatkan agar peternak rakyat senantiasa dijadikan pilar utama dalam pemenuhan bahan baku nasional.

"Jangan sampai program yang memiliki niat mulia ini justru didominasi oleh segelintir korporasi besar atau bahan impor. Prioritas utama harus tetap diberikan kepada peternak lokal dan UMKM daerah," tegasnya dengan penuh penekanan emosional.

Analisis Dampak Multiplier Program MBG

Secara garis besar, dampak dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis terhadap berbagai sektor dapat dirangkum dalam tabel pembanding berikut:

Aspek Sasaran Manfaat Utama Dampak Jangka Panjang
Kesehatan & Nutrisi Pemenuhan gizi seimbang anak sekolah Penurunan angka stunting & peningkatan kualitas SDM
Ekonomi Peternak Kepastian pasar dan penyerapan produk harian Peningkatan pendapatan peternak 30%-50%
Ketahanan Pangan Pemberdayaan bahan baku lokal daerah Kemandirian pangan berkelanjutan tanpa ketergantungan impor

Penguatan Rantai Pasok Berkelanjutan

Untuk memastikan program ini berjalan dalam jangka panjang, penguatan kelembagaan seperti Koperasi Unit Desa (KUD) serta asosiasi peternak lokal perlu terus diperkuat. Integrasi langsung antara kelompok tani ternak dengan pengelola dapur penyedia makanan sangat diperlukan agar dapat memangkas perantara yang berpotensi mengurangi margin keuntungan peternak.

Melalui pengawasan yang ketat dari Komisi VIII DPR RI, alokasi anggaran MBG diharapkan dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel dan memberikan efek pengganda ekonomi (multiplier effect) yang nyata. Kebijakan ini diharapkan mampu mewujudkan kemandirian pangan nasional sekaligus mengangkat derajat hidup ribuan keluarga peternak di seluruh Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS toni-kurniadi

Reporter E-Sports. Meliput Mobile Legends, Valorant, dan industri gaming.

Comments (0)

User