Bisnis

JAKARTA — Warga Manfaatkan Sisa Dapur untuk Budidaya Daun Bawang Mandiri

Tren pertanian perkotaan atau urban farming kian diminati masyarakat seiring dengan meningkatnya kesadaran akan efisiensi pengeluaran rumah tangga dan gaya

JAKARTA — Warga Manfaatkan Sisa Dapur untuk Budidaya Daun Bawang Mandiri

Tren pertanian perkotaan atau urban farming kian diminati masyarakat seiring dengan meningkatnya kesadaran akan efisiensi pengeluaran rumah tangga dan gaya hidup berkelanjutan. Salah satu komoditas dapur yang paling mudah dibudidayakan kembali tanpa modal besar adalah daun bawang (Allium fistulosum). Melalui teknik perbanyakan vegetatif sederhana dari sisa batang bawah, masyarakat kini dapat memproduksi bumbu dapur secara mandiri di pekarangan rumah maupun area dapur.

Pemanfaatan sisa bahan makanan (food scraps) ini dinilai efektif menekan anggaran belanja harian, terutama di tengah fluktuasi harga komoditas bumbu dapur di pasar tradisional. Praktik ini tidak memerlukan lahan luas maupun keterampilan hortikultura yang rumit.

"Menanam kembali daun bawang dari bagian akarnya merupakan langkah awal yang sangat aplikatif bagi masyarakat urban. Proses regenerasi tanaman ini sangat cepat dan tingkat keberhasilannya mencapai lebih dari 90 persen jika drainase dan pencahayaannya optimal," ujar praktisi pertanian perkotaan di Jakarta.

Berikut adalah tahapan kronologis budidaya daun bawang dari sisa bahan dapur yang dapat diterapkan secara praktis:

Tahap 1: Pemilihan dan Pemotongan Batang Dasar

Proses dimulai dari seleksi bahan sisa dapur saat memasak. Kualitas awal sisa sayuran menentukan kecepatan pertumbuhan tunas baru:

  1. Sisakan bagian pangkal putih daun bawang yang masih memiliki akar sepanjang 3 hingga 5 sentimeter.
  2. Pastikan akar tanaman tidak mengering total atau mengalami pembusukan sebelum digunakan.
  3. Bilas bagian perakaran dengan air bersih mengalir untuk menghilangkan sisa kotoran atau tanah lama.

Tahap 2: Tahap Propagasi Awal Menggunakan Media Air (Water Propagation)

Pada fase ini, batang daun bawang ditempatkan pada wadah transparan berisi air untuk memicu perpanjangan akar dan pertumbuhan pucuk daun hijau:

  1. Letakkan potongan batang tegak lurus di dalam wadah kecil seperti gelas kaca atau toples.
  2. Tuangkan air bersih secukupnya hingga merendam setengah bagian akar, tanpa merendam seluruh batang putih agar tidak cepat busuk.
  3. Tempatkan wadah di area yang terpapar sinar matahari tidak langsung, seperti ambang jendela dapur.
  4. Ganti air rendaman setiap 1 hingga 2 hari sekali untuk menjaga sirkulasi oksigen dan mencegah pertumbuhan bakteri.

Tahap 3: Pemindahan Bibit ke Media Tanam Tanah

Setelah memasuki hari ke-5 hingga ke-7, tunas hijau biasanya telah tumbuh sekitar 5–7 sentimeter dan akar baru mulai memanjang lebat. Pada titik ini, tanaman siap dipindahkan ke media tanah padat:

  • Siapkan pot, polybag, atau wadah daur ulang yang memiliki lubang drainase di bagian bawah.
  • Gunakan campuran tanah gembur, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1.
  • Tanam batang daun bawang hingga batas peralihan batang putih, lalu padatkan tanah di sekitarnya secara perlahan.
  • Lakukan penyiraman secukupnya untuk menjaga kelembapan tanah tanpa membuatnya becek.

Tahap 4: Masa Perawatan hingga Periode Panen

Dalam kurun waktu 3 hingga 4 minggu setelah pemindahan ke media tanah, daun bawang telah tumbuh rimbun dan siap dipanen. Pemanenan dapat dilakukan dengan memotong daun bagian luar atau memotong bagian atas dengan tetap menyisakan pangkal akar di dalam tanah, sehingga daun bawang dapat terus bertunas dan dipanen berulang kali sepanjang tahun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fahmi-reza

Reporter MotoGP/Formula 1. Meliput balapan motor dan mobil internasional.

Comments (0)

User