Ribuan sekolah tingkat Menengah Atas (SMA) sederajat di Provinsi Lampung resmi menyelenggarakan kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara penuh. Sebelum memulai aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) di dalam kelas, sebanyak lebih dari 300.000 siswa dan tenaga pendidik secara serentak menggelar salat Istisqa serta doa bersama pada Jumat (11/9/2026). Aksi religi massal ini dilaksanakan di tengah ancaman sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyelimuti kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Pelaksanaan PTM kali ini diwarnai kekhawatiran masyarakat atas penurunan kualitas udara akibat fenomena bencana vulkanik serta musim kemarau yang berdampak pada kesehatan saluran pernapasan. Oleh karena itu, ibadah memohon hujan dijadikan momentum awal pergerakan PTM agar bahaya paparan debu dan partikel halus dapat diredam oleh curahan air hujan yang diikhtiarkan.
Kronologi dan Hasil Inspeksi Lapangan Disdikbud Lampung
Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) melakukan pemantauan ketat terhadap kesiapan setiap satuan pendidikan dalam menyambut kembalinya siswa ke lingkungan sekolah. Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, memimpin langsung inspeksi mendadak ke sejumlah sekolah di wilayah ibu kota provinsi.
Urutan pelaksanaan pembukaan kembali PTM dan agenda Istisqa mencakup beberapa tahapan utama:
- Evaluasi Pemantauan Dampak Erupsi: Tim dinas memastikan indeks pencemar udara dan ketebalan abu vulkanik di lingkungan sekolah berada dalam ambang batas aman yang dapat ditoleransi.
- Pelaksanaan Salat Istisqa Serentak: Pada pukul 07.00 WIB, seluruh civitas akademika berkumpul di lapangan sekolah masing-masing untuk menjalankan ibadah dan doa bersama.
- Inspeksi Sarana dan Prasarana: Peninjauan langsung oleh Kadisdikbud ke sekolah percontohan seperti SMAN 1 Bandarlampung, SMAN 2 Bandarlampung, dan SMAN 10 Bandarlampung.
- Pemberlakuan Protokol Kesehatan Vulkanik: Penyiapan sarana air bersih, pembagian masker medis, serta pembersihan fasilitas umum dari sisa endapan debu secara intensif.
Dalam peninjauan tersebut, pihak dinas menegaskan bahwa keselamatan jiwa serta kesehatan peserta didik tetap menjadi standar prioritas utama pemerintah daerah dalam menjalankan kebijakan pendidikan.
"Kita sudah melakukan pengecekan secara mendalam di lapangan dan memastikan bahwa proses belajar secara tatap muka hari ini resmi dimulai secara serentak. Kegiatan salat Istisqa ini adalah ikhtiar spiritual kita bersama agar Allah SWT menurunkan hujan untuk membersihkan sisa-sisa abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mengganggu aktivitas," tegas Thomas Amirico saat memberikan keterangan resmi di SMAN 10 Bandarlampung.
Analisis Kondisi Operasional Sekolah Pasca-Erupsi
Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau sebelumnya sempat memaksa sejumlah wilayah menerapkan penyesuaian jadwal dan pembelajaran jarak jauh (PJJ) guna menghindari bahaya penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Berikut adalah perbandingan kondisi operasional pendidikan di Provinsi Lampung sebelum dan sesudah pembukaan PTM kembali:
| Indikator Evaluasi | Fase Tanggap Erupsi (PJJ) | Fase Reintegrasi PTM (Saat Ini) |
|---|---|---|
| Modus Pembelajaran | Daring / Pembelajaran Jarak Jauh | Tatap Muka 100% Terbatas Protokol |
| Partisipasi Siswa & Guru | Terbatas jaringan / Mandiri | Mencapai lebih dari 300.000 Peserta |
| Perlindungan Kesehatan | Imbauan beraktivitas di rumah | Wajib Masker Medis / Masker Kain Tebal |
| Kegiatan Spiritual | Dihentikan sementara | Salat Istisqa & Pembersihan Sekolah |
Antisipasi Dampak Kesehatan dan Mitigasi Bencana Lingkungan
Meskipun PTM telah kembali berjalan, paparan abu vulkanik tetap menyimpan risiko gangguan kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang, khususnya bagi warga sekolah yang memiliki riwayat asma dan alergi. Partikel abu vulkanik mengandung silika dan material tajam mikroskopis yang berpotensi memicu iritasi mata serta gangguan pernapasan.
Pihak Disdikbud Lampung bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat menetapkan beberapa panduan mitigasi bencana yang wajib dipatuhi oleh seluruh manajemen sekolah:
- Penggunaan Masker Wajib: Seluruh siswa, guru, dan staf sekolah diwajibkan menggunakan masker saat berada di luar maupun di dalam ruang kelas.
- Penyediaan Fasilitas Cuci Tangan dan Air Bersih: Memastikan ketersediaan air mengalir yang cukup untuk membilas wajah dan tangan guna meminimalisasi kontak dengan sisa abu.
- Pembatasan Olahraga Luar Ruangan: Mengurangi aktivitas fisik berat di lapangan terbuka apabila arah angin mengindikasikan pembawaan abu vulkanik susulan.
- Pembersihan Rutin Atap dan Halaman: Menyiram dan menyapu material abu yang menempel pada lingkungan sekolah secara berkala.
Melalui kombinasi mitigasi fisik serta ikhtiar doa bersama melalui salat Istisqa, diharapkan proses pendidikan menengah di Provinsi Lampung dapat terus berjalan kondusif tanpa mengorbankan kesehatan fisik para generasi muda.
Sebanyak 300 ribu lebih siswa dan guru di Lampung menggelar salat Istisqa serentak guna memohon hujan di tengah dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau seiring dimulainya kembali PTM. Baca selengkapnya di Terdepan.id
Comments (0)