Teknologi

Latihan Kekuatan Dinilai Lebih Efektif Cegah Penyusutan Otot Lansia

Memasuki usia 60 tahun, tubuh manusia mengalami sejumlah perubahan biologis yang berlangsung secara alami. Salah satu yang paling signifikan adalah penyusu

Latihan Kekuatan Dinilai Lebih Efektif Cegah Penyusutan Otot Lansia

Memasuki usia 60 tahun, tubuh manusia mengalami sejumlah perubahan biologis yang berlangsung secara alami. Salah satu yang paling signifikan adalah penyusutan massa otot secara bertahap atau yang dalam dunia medis dikenal sebagai sarkopenia. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada penampilan fisik, tetapi juga pada kemampuan mobilitas, keseimbangan, dan kualitas hidup secara keseluruhan. Selain itu, kepadatan tulang menurun dan metabolisme tubuh melambat, sehingga risiko cedera serta penyakit degeneratif meningkat.

Selama ini, berjalan kaki menjadi olahraga yang paling umum dianjurkan bagi kelompok lanjut usia. Aktivitas ini memang terbukti membantu mengontrol berat badan, memperkuat jantung, dan menurunkan tingkat stres. Namun, sejumlah pakar kebugaran menilai bahwa jalan kaki saja tidak cukup untuk menghasilkan perbaikan signifikan pada kondisi fisik maupun menjamin kemandirian di usia senja.

Mengapa Jalan Kaki Saja Tidak Cukup

Pelatih kesehatan, kekuatan, dan kebugaran asal Spanyol, Álvaro Puche, menegaskan bahwa jalan kaki konvensional tidak memicu adaptasi penting pada metabolisme maupun massa otot orang dewasa lanjut. Menurutnya, untuk memperlambat kemunduran fisik secara efektif, lansia perlu memprioritaskan rutinitas pendek yang merangsang kekuatan otot. Pernyataan ini disampaikannya kepada media Telva dan dikutip oleh sejumlah kanal kesehatan internasional.

“Jalan kaki memang baik untuk jantung, tetapi tidak cukup untuk mempertahankan otot. Kita perlu memberi beban pada otot agar tubuh tetap kuat dan mandiri,” ujar Puche dalam keterangannya.

Ia menambahkan bahwa latihan kekuatan sebaiknya dilengkapi dengan asupan protein yang cukup, hidrasi yang memadai, serta istirahat berkualitas. Kombinasi ini dinilai mampu memperlambat sarkopenia dan menjaga kepadatan tulang pada lansia.

Perbandingan Dampak Latihan pada Lansia

Jenis Aktivitas Manfaat Utama Dampak pada Massa Otot
Jalan Kaki Kontrol berat badan, kesehatan jantung, reduksi stres Minimal
Latihan Kekuatan Menjaga otot, tulang, dan metabolisme Signifikan
Kombinasi Keduanya Kebugaran menyeluruh dan kemandirian Optimal

Rangkaian Latihan Fungsional Empat Gerakan

Puche merekomendasikan sebuah sirkuit fungsional yang terdiri dari empat gerakan sederhana namun efektif. Latihan ini dapat dilakukan di rumah tanpa peralatan khusus, sehingga cocok bagi lansia yang memiliki keterbatasan akses ke pusat kebugaran. Berikut urutan yang disarankan:

  1. Squat ke kursi — berdiri lalu duduk kembali ke kursi dengan kontrol, dilakukan 8–12 kali per set.
  2. Push-up dinding — mendorong dinding dengan tubuh miring, melatih otot dada dan lengan.
  3. Angkat beban ringan — menggunakan botol air atau dumbel 1–2 kg untuk melatih otot bahu dan punggung.
  4. Berdiri jinjit — melatih otot betis dan keseimbangan, penting untuk mencegah jatuh.

Latihan ini disarankan dilakukan 2–3 kali seminggu dengan durasi total sekitar 15–20 menit per sesi. Intensitas dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan tubuh. Para ahli mengingatkan agar lansia berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai program latihan baru, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit jantung atau sendi.

Dengan pendekatan yang tepat, masa senja tidak harus identik dengan penurunan kualitas hidup. Latihan kekuatan yang teratur, didukung pola makan bergizi, menjadi kunci utama untuk tetap aktif, mandiri, dan produktif di usia lanjut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fahmi-reza

Reporter MotoGP/Formula 1. Meliput balapan motor dan mobil internasional.

Comments (0)

User