Bisnis

MALANG — BMKG Pastikan Dentuman Misterius Berasal dari Gunung Semeru

Rangkaian dentuman keras secara misterius menggegerkan warga di wilayah Malang Raya, Jawa Timur. Suara bergemuruh yang terdengar berulang kali tersebut sem

MALANG — BMKG Pastikan Dentuman Misterius Berasal dari Gunung Semeru

Rangkaian dentuman keras secara misterius menggegerkan warga di wilayah Malang Raya, Jawa Timur. Suara bergemuruh yang terdengar berulang kali tersebut sempat memicu kepanikan warga yang mengira telah terjadi gempa bumi tektonik beramplitudo tinggi. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa fenomena akustik ini bukan dipicu oleh aktivitas kegempaan tektonik lokal, melainkan akibat akumulasi aktivitas vulkanik di kompleks Gunung Semeru.

Kronologi Fenomena Dentuman dan Pengamatan BMKG

Berdasarkan laporan masyarakat di wilayah Kota Malang, Kabupaten Malang, hingga Kota Batu, dentuman mulai terdengar secara berkala sejak dini hari. Respons cepat langsung dilakukan oleh stasiun geofisika setempat untuk menganalisis rekaman seismograf serta instrumen pemantau tekanan udara.

  1. Pukul 00.30 WIB: Sejumlah warga di kawasan Dampit dan Tirtoyudo melaporkan dentuman pertama yang cukup kuat hingga menggetarkan kaca bangunan.
  2. Pukul 02.15 WIB: Suara dentuman susulan kembali terdengar dengan intensitas frekuensi lebih rendah namun berdurasi lebih panjang mencapai wilayah perkotaan Malang.
  3. Pukul 06.00 WIB: BMKG merilis hasil analisis data awal yang menyatakan tidak ditemukannya anomali gelombang seismik tektonik di daratan Malang Raya.

Analisis Penyebab: Gelombang Kejut Vulkanik Semeru

Pengamatan teknis menunjukkan bahwa dentuman misterius tersebut dihasilkan oleh pelepasan tekanan gas yang sangat kuat saat terjadi letusan atau hembusan material dari kawah Gunung Semeru. Fenomena yang dikenal secara ilmiah sebagai volcanic acoustic shockwave ini dapat merambat melalui lapisan udara hingga jarak puluhan kilometer, tergantung pada arah angin, kelembapan atmosfer, serta inversi suhu.

Ahli Geofisika BMKG menjelaskan fenomena tersebut secara terperinci. "Berdasarkan analisis instrumen seismik kami, tidak ada data gelombang gempa bumi tektonik yang tercatat sejajar dengan waktu munculnya suara dentuman tersebut. Karakteristik gelombang ini murni merupakan gelombang tekanan akustik di udara yang dipicu oleh pelepasan energi vulkanik Gunung Semeru," ungkapnya.

"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu spekulatif yang menyebarkan kepanikan terkait potensi gempa tektonik susulan maupun ancaman tsunami," tulis pernyataan resmi BMKG.

Perbandingan Karakteristik Gelombang Tektonik dan Akustik Vulkanik

Untuk memperjelas perbedaan mendasar antara gempa bumi tektonik dan fenomena dentuman akustik yang terjadi di Malang, berikut adalah perbandingan parameternya:

Parameter Gempa Bumi Tektonik Dentuman Akustik Vulkanik (Semeru)
Sumber Utama Patahan atau sesar aktif di dalam kerak bumi Pelepasan gas bertekanan tinggi di kawah gunung api
Media Merambat Batuan padat atau mantel bumi (Gelombang P & S) Fluida atmosfer/udara (Gelombang Tekanan Akustik)
Dampak Langsung Guncangan fisik tanah (ground shaking) Suara gemuruh dan getaran minor pada kaca atau pintu
Deteksi Seismograf Tercatat sinyal grafik amplitudo tinggi secara meluas Sinyal seismik tanah lokal sangat lemah atau nihil

Rekomendasi Kebijakan dan Mitigasi Bencana

Meskipun aktivitas Gunung Semeru berada dalam pengawasan ketat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan warga di sekitar bantaran sungai yang berhulu di puncak gunung. Warga di kawasan rawan bencana disarankan untuk tetap berada di luar radius aman 5 kilometer dari puncak kawah aktif.

Pemerintah Daerah Malang Raya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berkoordinasi dengan pos pengamatan Gunung Semeru guna mengantisipasi dinamika erupsi. Warga diharapkan senantiasa memantau kanal informasi resmi dan menyiapkan masker guna mengantisipasi potensi sebaran abu vulkanik akibat peningkatan erupsi tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS toni-kurniadi

Reporter E-Sports. Meliput Mobile Legends, Valorant, dan industri gaming.

Comments (0)

User