Bisnis

MALUKU — Polda dan Pemprov Antisipasi Potensi Erupsi Tujuh Gunung Api

TERDEPAN.ID, AMBON — Kepolisian Daerah (Polda) Maluku bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku secara resmi menggelar rapat koordinasi lintas sektoral

MALUKU — Polda dan Pemprov Antisipasi Potensi Erupsi Tujuh Gunung Api

TERDEPAN.ID, AMBON — Kepolisian Daerah (Polda) Maluku bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku secara resmi menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk mengantisipasi potensi erupsi dari 7 gunung api aktif yang tersebar di wilayah Provinsi Maluku. Pertemuan strategis ini dilaksanakan di Markas Polda Maluku, Ambon, sebagai respons dini terhadap dinamika aktivitas vulkanik serta upaya memperkuat mitigasi bencana berbasis kepulauan.

Langkah taktis ini melibatkan instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Basarnas, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Koordinasi ini dinilai sangat krusial mengingat kondisi geografis Maluku yang didominasi oleh pulau-pulau kecil, di mana ancaman erupsi tidak hanya berdampak pada daratan tetapi juga berpotensi memicu gelombang tsunami sekunder di perairan sekitarnya.

Pemetaan Mitigasi dan Kesiapsiagaan Lintas Sektoral

Dalam forum koordinasi tersebut, Polda Maluku dan jajaran Pemprov menyepakati serangkaian rencana aksi darurat yang berfokus pada perlindungan keselamatan warga pesisir. Penanganan bencana di wilayah kepulauan membutuhkan penanganan khusus yang berbeda jika dibandingkan dengan wilayah daratan luas.

Adapun urutan langkah strategis yang disepakati meliputi:

  1. Penguatan Sistem Peringatan Dini: Memastikan seluruh alat pemantau aktivitas seismik milik PVMBG terhubung secara real-time ke posko utama yang siaga selama 24 jam penuh.
  2. Inventarisasi Jalur Evakuasi Laut dan Darat: Memetakan ketersediaan armada kapal dan perahu penyeberangan untuk mengevakuasi warga dari pulau-pulau terpencil yang masuk dalam radius bahaya.
  3. Penyiapan Logistik dan Posko Darurat: Mengalokasikan stok bahan pangan, perlengkapan medis, dan tempat penampungan sementara di minimal 3 titik episentrum evakuasi utama.

"Keselamatan masyarakat adalah prioritas mutlak. Kita tidak boleh menunggu bencana terjadi baru bertindak. Koordinasi ini memastikan seluruh personel di lapangan memiliki pemahaman tugas yang sama saat status aktivitas gunung api meningkat," tegas perwakilan Polda Maluku dalam rapat koordinasi tersebut.

Data dan Karakteristik Gunung Api Aktif di Maluku

Secara geologis, Kepulauan Maluku berada di atas jalur Busur Banda yang sangat aktif secara tektonik dan vulkanik. Berdasarkan catatan geologi, terdapat 7 gunung api aktif yang terus mendapatkan pemantauan intensif dari pihak berwenang.

Nama Gunung Api Wilayah / Kabupaten Karakteristik Geologis Status Pemantauan
Banda Api Maluku Tengah Vulkanik Island / Pesisir Waspada (Level II)
Wurlali Maluku Barat Daya Vulkanik Solfatara Normal (Level I)
Teon Maluku Tengah Gunung Api Pulau Normal (Level I)
Nila Maluku Tengah Gunung Api Pulau Normal (Level I)
Serua Maluku Tengah Gunung Api Pulau Normal (Level I)
Gunung Api Wetar Maluku Barat Daya Vulkanik Laut / Pulau Normal (Level I)
Emperor of China / Leewang Bawah Laut Banda Bawah Laut (Submarine) Pantauan Radar Geologi

Analisis Pakar: Tantangan Geografis dan Risiko Tsunami Vulkanik

Para ahli kebencanaan menilai bahwa upaya mitigasi bencana vulkanik di wilayah kepulauan Maluku memiliki kompleksitas yang cukup tinggi. Sebagian besar gunung api merupakan pulau vulkanik yang berdiri sendiri di tengah lautan luas.

"Tantangan terbesar di wilayah Maluku adalah isolasi geografis serta ancaman tsunami vulkanik yang dipicu oleh guguran material eruptif ke dalam laut," papar Dr. Sugeng Rahardjo, pengamat mitigasi bencana geologi kawasan timur Indonesia. Menurutnya, keterlibatan armada kepolisian laut (Polairud) dan perhubungan sangat krusial untuk menjamin kelancaran evakuasi darurat.

Sebagai langkah antisipasi puncak pada tahun 2024 ini, Kepolisian Daerah Maluku menyatakan kesiapannya untuk menyiagakan hingga 1.000 personel gabungan dari unsur Brimob, Polairud, dan Samapta guna mendukung penanggulangan bencana di lapangan.

Simulasi Kebencanaan dan Langkah Lanjutan

Sebagai tindak lanjut dari koordinasi ini, Pemprov Maluku dan Polda merencanakan pelaksanaan simulasi latihan evakuasi mandiri (drill) bersama masyarakat lokal yang bermukim di kawasan rawan bencana. Kegiatan ini dipandang penting mengingat sebagian pemukiman warga berjarak kurang dari 5 kilometer dari pusat kawah aktif.

Melalui penguatan kolaborasi antarinstansi dan kesiapsiagaan sejak dini, pemerintah daerah berharap potensi risiko jatuhnya korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur akibat letusan gunung api di Maluku dapat diminimalisasi secara optimal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User