MEDAN — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung, menyerukan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam memelihara kesehatan tubuh dan kebersihan lingkungan. Imbauan ini disampaikan menyusul perubahan cuaca ekstrem yang tidak menentu dan berpotensi memicu timbulnya berbagai jenis penyakit musiman di kawasan permukiman warga.
Pernyataan tersebut mengemuka saat legislator perempuan dari DPRD Medan tersebut menggelar kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan. Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan warga konstituen tersebut berlangsung secara khidmat di Jalan Beringin II No. 77, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.
Pentingnya Langkah Preventif di Tengah Perubahan Iklim
Dalam pemaparannya, Dame Duma menekankan bahwa fluktuasi cuaca yang sangat drastis akhir-akhir ini memiliki dampak langsung terhadap ketahanan fisik manusia. Oleh karena itu, pola hidup bersih dan sehat (PHBS) harus diimplementasikan sebagai rutinitas harian, bukan sekadar respons saat kondisi tubuh mulai menurun.
“Di tengah kondisi cuaca yang ekstrem dan tidak menentu seperti sekarang ini, masyarakat harus lebih peduli terhadap kesehatan. Jangan menunggu sakit baru kemudian berobat, tetapi lakukan upaya pencegahan sejak dini,” tegas Dame Duma Sari Hutagalung di hadapan warga Medan Helvetia.
Ia menggarisbawahi bahwa kesadaran pencegahan dini (preventif) jauh lebih efisien dan bermanfaat ketimbang penanganan medis setelah timbul penyakit (kuratif). Perubahan suhu yang mendadak serta tingginya curah hujan acap kali menjadi sarang perkembangbiakan vektor penyakit seperti nyamuk Aedes aegypti yang menyebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD), serta gangguan pernapasan atas (ISPA).
Implementasi Sistem Kesehatan Kota Medan
Kegiatan Sosperda No. 4 Tahun 2012 ini dipandang sebagai momentum strategis untuk meningkatkan literasi hukum dan hak-hak kesehatan masyarakat. Lewat regulasi ini, Pemerintah Kota Medan bersama DPRD berkomitmen menjamin pemerataan akses layanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh lapisan warga tanpa diskriminasi.
Dame Duma menjelaskan bahwa regulasi ini dirancang agar fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), dapat beroperasi secara maksimal dalam memberikan edukasi serta penanganan awal bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah telah menyediakan berbagai kemudahan program kesehatan. Namun, peran aktif warga dalam menjaga lingkungan sekitar tetap menjadi benteng pertahanan utama agar penyakit tidak mudah menyebar,” tambahnya.
Langkah Praktis Menjaga Daya Tahan Tubuh
Guna meminimalisasi risiko gangguan kesehatan di musim pancaroba dan cuaca ekstrem, Dame Duma menyarankan sejumlah langkah praktis yang dapat diterapkan secara mandiri oleh keluarga di rumah:
- Menjaga Kebersihan Lingkungan: Melakukan gerakan 3M Plus (Menutup, Menguras, dan Mendaur ulang) tempat penampungan air untuk mencegah berkembang biaknya sarang nyamuk.
- Konsumsi Nutrisi Seimbang: Memperbanyak asupan buah, sayuran, dan air putih guna meningkatkan sistem kekebalan tubuh secara alami.
- Istirahat Cukup dan Olahraga Teratur: Mengatur waktu tidur dengan baik serta melakukan aktivitas fisik ringan di sekitar lingkungan rumah.
- Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan: Segera mendatangi Puskesmas terdekat apabila merasakan gejala penurunan kondisi tubuh sebelum memburuk.
Kegiatan sosialisasi peraturan daerah tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif. Warga memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan aspirasi terkait peningkatan layanan Puskesmas dan kebersihan saluran drainase di wilayah Kecamatan Medan Helvetia. Melalui agenda rutin ini, diharapkan kesadaran masyarakat Kota Medan terhadap kesehatan lingkungan dan tubuh dapat meningkat secara bermakna.
Comments (0)