Stadion Monumental menyaksikan sebuah momen bersejarah yang tak akan pernah dilupakan para pencinta sepak bola. Lionel Messi, kapten sekaligus ikon timnas Argentina, resmi menutup karier internasionalnya yang berlangsung selama 22 tahun. Dalam laga persahabatan melawan Benin, sang nomor 10 menuntaskan perjalanannya dengan penuh emosi: mencetak satu gol, memberikan dua assist, dan meraih kemenangan 3-0 untuk La Albiceleste.
Pertandingan berlangsung hangat sejak awal. Messi tampak sangat aktif di babak pertama, terlibat dalam hampir semua serangan yang dibangun Argentina. Tiga peluang emas tercipta melalui kakinya, namun sayangnya belum satu pun berbuah gol. Kiper Benin beberapa kali melakukan penyelamatan gemilang, sementara satu tendangan Messi melebar tipis dari sasaran. Meski demikian, suporter yang memadati tribune tidak berhenti memberikan aplaus kepada bintang mereka.
Momen Penghormatan di Menit Kesepuluh
Babak pertama dihentikan sementara pada menit ke-10 sebagai bentuk penghormatan kepada Messi. Seluruh penonton berdiri dan memberikan tepuk tangan meriah, mengenang kontribusi besar sang kapten selama lebih dari dua dekade mengenakan seragam biru-putih. Momen itu menjadi salah satu puncak emosional dalam laga perpisahan tersebut.
Babak Kedua: Gol-Gol Penyempurna Perpisahan
- Menit ke-47: Gawang Benin akhirnya jebol melalui situasi sepak pojok. Umpan silang Messi menuju tiang depan dituntaskan Nicolás Otamendi dengan sundulan untuk membawa Argentina unggul 1-0.
- Menit ke-51: Setelah pergantian pemain, Nico Paz—salah satu talenta masa depan asuhan Lionel Scaloni—menerima umpan dari Messi. Ia kemudian melepaskan tembakan keras ke arah tiang jauh dengan kaki kiri, mencetak gol indah yang mengubah kedudukan menjadi 2-0.
- Menit ke-61: Giay dijatuhkan di dalam kotak penalti dan wasit menunjuk titik putih. Messi maju sebagai eksekutor, melepaskan tendangan keras yang menggetarkan jala. Gol 3-0 sekaligus menandai gol ke-126 bagi timnas Argentina.
Para penonton di Stadion Monumental memberikan ovasi panjang saat Messi menggiring bola, seolah tak ingin momen itu berakhir.
Seiring berjalannya waktu, wasit pertandingan mengakhiri laga dan menyerahkan bola pertandingan secara langsung kepada Messi. Momen itulah yang dinanti sekaligus ditakuti seluruh fans: perpisahan definitif dari pemain yang membawa Argentina meraih gelar Piala Dunia. Ribuan suporter bertahan lama di tribune, meneriakkan namanya, dan menolak cepat-cepat meninggalkan stadion.
Warisan 22 Tahun Bersama La Albiceleste
Perjalanan Messi bersama timnas Argentina dimulai pada 2005 dan berakhir dengan catatan luar biasa. Selama 22 tahun, ia mengoleksi 126 gol, ratusan assist, serta berbagai trofi bergengsi termasuk Piala Dunia 2022 dan Copa América. Karier internasionalnya penuh liku—dari kekalahan di final hingga momen kejayaan—namun selalu diwarnai kesetiaan kepada seragam kebanggaan.
- Total gol internasional: 126 gol.
- Durasi karier timnas: 22 tahun.
- Assist dalam laga perpisahan: 2 assist.
- Skor akhir laga perpisahan: Argentina 3-0 Benin.
Bagi masyarakat Argentina, kepergian Messi bukan sekadar hilangnya seorang pemain, melainkan berakhirnya sebuah era. Namun warisannya diyakini akan terus hidup, menginspirasi generasi muda yang bermimpi mengenakan nomor 10 timnas. Malam di Stadion Monumental menjadi penutup manis bagi salah satu karier terhepan dalam sejarah sepak bola dunia.
• Skor akhir: Argentina 3-0 Benin • Gol: Otamendi, Nico Paz, Messi (pen) • Total gol Messi: 126 gol • Karier timnas: 22 tahun Momen bersejarah di Stadion Monumental.
Comments (0)