Teknologi

MTQ Nasional 2026 di Semarang Gelar Ekshibisi Tartil Al-Qur'an Isyarat Perdana

SEMARANG, TERDEPAN.ID — Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, menorehkan sejarah baru dalam syiar

MTQ Nasional 2026 di Semarang Gelar Ekshibisi Tartil Al-Qur'an Isyarat Perdana

SEMARANG, TERDEPAN.ID — Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, menorehkan sejarah baru dalam syiar Islam di Indonesia. Untuk pertama kalinya, ajang keagamaan bergengsi tingkat nasional ini secara resmi menyelenggarakan ekshibisi Tartil Al-Qur’an Isyarat yang diperuntukkan bagi Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW) atau komunitas Tuli.

Sebanyak 28 peserta dari sembilan provinsi di seluruh Indonesia tercatat mengambil bagian dalam gelaran perdana tersebut. Kehadiran ekshibisi ini menjadi manifestasi nyata pemerintah dalam mewujudkan layanan keagamaan yang berkeadilan, adaptif, dan ramah terhadap seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.

Membuka Ruang Kesetaraan dan Layanan Keagamaan Inklusif

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Abu Rokhmad, secara resmi membuka perhelatan ekshibisi tersebut di Semarang, Selasa (15/9/2026). Dalam pidato pembukaannya, ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan terobosan bersejarah yang patut diapresiasi oleh seluruh pihak.

“Kami merasa sangat berbahagia dan tentu sangat bangga, penyelenggaraan MTQ Nasional ke-31 di Semarang telah melahirkan tradisi baru, sebuah sunnah hasanah. Yaitu ekshibisi Tartil Al-Qur’an Isyarat bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara,” ujar Abu Rokhmad.

Ia menekankan bahwa Al-Qur'an diturunkan sebagai petunjuk universal bagi umat manusia, sehingga akses untuk mempelajari, membaca, serta memahaminya harus terbuka seluas-luasnya. Penyelenggaraan ekshibisi ini bukan semata-mata panggung kompetisi, melainkan media strategis guna menegaskan bahwa komunitas Tuli memiliki hak setara dalam mengekspresikan kecintaan mereka terhadap Kitab Suci.

Kronologi dan Alur Pelaksanaan Ekshibisi

Pelaksanaan ekshibisi Tartil Al-Qur’an Isyarat pada MTQ Nasional XXXI ini melalui serangkaian tahapan terstruktur yang melibatkan pembinaan bertingkat:

  1. Tahap Penjaringan dan Pelatihan Wilayah: Sembilan kantor wilayah Kementerian Agama provinsi menyeleksi serta mendampingi 28 talenta terbaik dari komunitas penyandang disabilitas sensorik rungu wicara di daerah masing-masing.
  2. Registrasi dan Verifikasi Teknis: Panitia pusat memvalidasi kesiapan peserta, termasuk harmonisasi pedoman metode tilawah isyarat berstandar nasional yang telah dirumuskan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ).
  3. Unjuk Kebolehan pada Panggung Ekshibisi: Para peserta tampil melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggunakan bahasa isyarat di hadapan dewan penilai dan masyarakat umum pada Selasa, 15 September 2026.
  4. Evaluasi dan Integrasi Cabang Resmi: Tim penilai dan pemangku kebijakan menyusun laporan komprehensif sebagai acuan untuk menetapkan cabang ini sebagai kategori perlombaan resmi pada penyelenggaraan MTQ Nasional berikutnya.

Penguatan Aksesibilitas Mushaf Isyarat Berkelanjutan

Kementerian Agama berkomitmen terus memperluas distribusi Mushaf Al-Qur'an Isyarat ke berbagai pelosok negeri, menyertai kesuksesan gelaran ekshibisi ini. Program tersebut dirancang untuk memastikan sekolah luar biasa, pesantren inklusif, dan komunitas Tuli memiliki literatur keagamaan yang memadai.

Melalui integrasi metode membaca isyarat ke dalam agenda akbar seperti MTQ Nasional, ruang publik diharapkan makin teredukasi mengenai pentingnya ekosistem keagamaan yang aksesibel. Langkah progresif di Semarang ini menjadi tonggak penting bahwa dakwah Al-Qur’an di Tanah Air kian merangkul keberagaman dan memperkuat nilai kemanusiaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS toni-kurniadi

Reporter E-Sports. Meliput Mobile Legends, Valorant, dan industri gaming.

Comments (0)

User