Bisnis

Nilai Tukar Rupiah Melemah Tipis ke Posisi Rp17.670 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka bergerak melemah tipis pada awal perdagangan Selasa pagi. Berdasarkan pantauan data transaksi

Nilai Tukar Rupiah Melemah Tipis ke Posisi Rp17.670 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka bergerak melemah tipis pada awal perdagangan Selasa pagi. Berdasarkan pantauan data transaksi pasar uang antarbank, mata uang Garuda terkoreksi sebesar 1 poin atau setara 0,01 persen, menempatkan posisi kurs rupiah di level Rp17.670 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sesi sebelumnya.

Pergerakan mendatar dengan kecenderungan melemah ini mencerminkan sikap hati-hati para pelaku pasar di tengah minimnya sentimen domestik baru serta masih kokohnya performa indeks dolar AS (DXY) di pasar global.

Kronologi Pembukaan Pasar Uang Selasa Pagi

Dinamika pergerakan mata uang domestik sepanjang awal sesi transaksi tercatat melalui beberapa tahapan berikut:

  1. Pukul 08.00–08.30 WIB: Pasar valuta asing dibuka dengan pelemahan terbatas. Tekanan beli terhadap mata uang greenback masih mendominasi seiring meningkatnya permintaan korporasi untuk pembayaran kewajiban valas.
  2. Pukul 09.00 WIB: Rupiah bergerak fluktuatif di rentang sempit antara Rp17.665 hingga Rp17.675 per dolar AS, dengan volume perdagangan yang cenderung moderat.
  3. Pukul 09.30 WIB: Pasokan likuiditas valas mulai masuk ke pasar, menahan pelemahan rupiah lebih dalam sehingga tertahan di kisaran level psikologis Rp17.670 per dolar AS.

Faktor Pemicu Sentimen Global dan Domestik

Pelemahan tipis mata uang domestik dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan kondisi likuiditas dalam negeri. Pelaku pasar keuangan global saat ini tengah mencermati rilis data ketenagakerjaan dan inflasi AS yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed).

"Pasar valas regional bergerak cenderung defensif karena investor masih menimbang arah kebijakan moneter The Fed. Dolar AS masih mendapatkan dukungan kuat dari imbal hasil obligasi pemerintah AS yang stabil," ujar pengamat pasar uang dalam laporan riset hariannya.

Secara garis besar, sejumlah faktor kunci yang membayangi pergerakan rupiah hari ini meliputi:

  • Keperkasaan Indeks Dolar AS: Dolar AS tetap menjadi pilihan aset safe-haven di tengah ketidakpastian geopolitik global.
  • Kebutuhan Valuta Asing Domestik: Meningkatnya kebutuhan devisa untuk impor barang baku serta pembayaran utang luar negeri korporasi.
  • Tingkat Imbal Hasil Obligasi AS: Yield US Treasury tenor 10 tahun yang masih bertahan di level tinggi, membatasi aliran modal masuk (capital inflow) ke pasar negara berkembang.

Intervensi Pasar dan Proyeksi Pergerakan

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar agar tidak berfluktuasi secara ekstrem, Bank Indonesia (BI) terus berada di pasar melalui strategi triple intervention. Langkah terpadu ini mencakup intervensi pada transaksi spot valuta asing, pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Hingga penutupan sesi perdagangan sore nanti, rupiah diperkirakan akan bergerak fluktuatif namun tetap terkendali pada rentang Rp17.650 hingga Rp17.700 per dolar AS, bergantung pada dinamika arus modal asing dan sentimen penutupan bursa regional Asia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS grace-winata

Reporter Basket. Meliput IBL, NBA, dan basket Asia.

Comments (0)

User