Bisnis

PANDEGLANG — Tim SAR Sisir Selat Sunda Cari Lima Jurnalis Hilang

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Polairud Polda Banten, serta TNI Angkatan Laut menggelar operasi pe

PANDEGLANG — Tim SAR Sisir Selat Sunda Cari Lima Jurnalis Hilang

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Polairud Polda Banten, serta TNI Angkatan Laut menggelar operasi pencarian dan pertolongan berskala besar di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang. Langkah darurat ini diambil setelah sebuah kapal cepat (speed boat) yang membawa 5 jurnalis dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas jurnalistik untuk meliput peningkatan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Hingga saat ini, titik fokus pencarian terus dipusatkan di sekitar kawasan perairan Pulau Panjang dan Pulau Rakata. Wilayah tersebut merupakan jalur lintasan terakhir yang dilalui rombongan wartawan sebelum transmisi komunikasi seluler maupun radio terputus sepenuhnya.

Kronologi Hilangnya Kontak Rombongan Jurnalis

Berdasarkan informasi resmi yang dihimpun dari posko pencarian utama, keberangkatan tim media tersebut telah direncanakan untuk mendokumentasikan fenomena vulkanis Gunung Anak Krakatau dari jarak aman. Namun, kondisi alam yang berubah cepat di tengah laut diduga menjadi memicu terjadinya kendala navigasi.

  1. Pukul 06.30 WIB: Rombongan berangkat dari dermaga lokal di pesisir Kabupaten Pandeglang menggunakan kapal cepat sewaan.
  2. Pukul 08.15 WIB: Jurnalis sempat mengirimkan pembaruan informasi lokasi terkini di perairan Pulau Panjang kepada pihak redaksi.
  3. Pukul 09.45 WIB: Sinyal komunikasi dari telepon satelit dan alat pemancar kapal terputus total di sekitar perairan Pulau Rakata.
  4. Pukul 11.00 WIB: Pengelola armada kapal dan perwakilan media resmi melaporkan insiden keterlambatan posisi kepada Basarnas setelah upaya pemanggilan ulang tidak membuahkan hasil.

Analisis Medan Pencarian dan Faktor Cuaca Selat Sunda

Operasi penyelamatan di perairan Selat Sunda menghadapi tantangan yang sangat kompleks. Menurut Pengamat Meteorologi Maritim BMKG, dinamika gelombang dan arus permukaan di sekitar Kompleks Vulkanik Krakatau cenderung meningkat drastis akibat hembusan angin kencang dan aktivitas erupsi minor dari gunung api tersebut.

Berikut adalah rincian data teknis lapangan dan alokasi armada pencarian yang diturunkan oleh Tim SAR Gabungan di zona operasi:

Sektor Operasi Kondisi Gelombang Kecepatan Angin Armada yang Dikerahkan
Sektor I (Pulau Panjang) 1,5 – 2,5 Meter 15 – 20 Knot 2 Unit Rigid Inflatable Boat (RIB)
Sektor II (Pulau Rakata) 2,0 – 3,5 Meter 20 – 25 Knot 1 Unit KN SAR & Helikopter Airud
Sektor III (Area Anak Krakatau) 2,5 – 4,0 Meter 25 Knot+ Kapal Patroli TNI AL

Fokus Operasi Penyelamatan dan Keterlibatan Armada Gabungan

Tim penyelamat memanfaatkan berbagai teknologi mutakhir untuk mempercepat proses identifikasi keberadaan kapal. Penggunaan radar pemindai bawah laut dan pemantauan udara dengan drone berkamera termal menjadi andalan utama untuk menembus jarak pandang yang terbatas.

"Fokus utama kami saat ini adalah menyisir perairan terbuka antara Pulau Panjang dan Pulau Rakata. Hambatan paling dominan di lapangan adalah tingginya gelombang serta kabut tipis akibat material abu vulkanik, namun seluruh personel disiagakan penuh," ungkap Koordinator Lapangan Tim SAR Gabungan.

Sebanyak 50 personel gabungan terus dikerahkan untuk memperluas jangkauan penyisiran hingga radius 30 mil laut persegi. Otoritas pelabuhan mengimbau seluruh kapal nelayan maupun kapal niaga yang melintasi Selat Sunda untuk segera memberikan laporan jika menemukan tanda-tanda atau pecahan kapal yang mencurigakan di laut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fahmi-reza

Reporter MotoGP/Formula 1. Meliput balapan motor dan mobil internasional.

Comments (0)

User