Di tengah maraknya praktik mutasi atlet antar-daerah demi mengejar prestasi instan, Pengurus Kabupaten Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Bangli, Bali, memilih berdiri teguh pada prinsip keberlanjutan. Pengkab PASI Bangli secara tegas mengambil sikap untuk konsisten memberdayakan dan membina potensi atlet lokal asli putra daerah. Komitmen tersebut terus dipertahankan meskipun para atlet dan pelatih harus berhadapan dengan berbagai keterbatasan sarana penunjang latihan di daerah.
Sekretaris PASI Bangli, Nengah Budiarsa, menegaskan bahwa kebijakan menolak atlet impor merupakan fondasi utama dalam membangun olahraga atletik yang berakar kuat di wilayahnya. Pihaknya memilih menutup pintu rapat-rapat bagi opsi merekrut atlet dari luar daerah hanya demi mendongkrak capaian medali secara singkat. Bagi PASI Bangli, proses pembinaan yang bertahap, berjenjang, dan berkelanjutan jauh lebih bernilai daripada sekadar trofi instan.
“Bangli mengandalkan putra Bangli. Kami ingin atlet Bangli sendiri yang dibina dan nantinya bisa menuju nasional serta mewakili Bali di tingkat nasional,”
Tantangan Infrastruktur dan Harapan GOR Baru
Keterbatasan sarana dan prasarana memang menjadi batu sandungan utama yang kerap dihadapi oleh jajaran pengurus dan atlet di daerah. Ketidaktersediaan fasilitas latihan yang memenuhi standar internasional sering kali membatasi ruang gerak serta optimalisasi potensi maksimal seorang atlet. Namun, optimisme baru kini mulai mekar seiring dengan berjalannya proyek pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Bangli yang berlokasi tepat di sebelah timur Alun-alun Bangli.
Fasilitas olahraga terpadu tersebut diproyeksikan bakal dilengkapi dengan lintasan atletik delapan lajur yang sesuai dengan standar baku kejuaraan. Keberadaan lintasan yang ideal ini sangat dinantikan guna menunjang proses latihan pada berbagai nomor lari, terutama nomor jarak pendek dan menengah seperti 400 meter dan 800 meter.
“Sekarang GOR sedang digarap. Harapannya nanti ada lintasan yang ideal, sehingga atlet bisa berlatih lebih baik,”
| Indikator Evaluasi | Kondisi Saat Ini | Target Pembangunan (GOR Baru) |
|---|---|---|
| Infrastruktur Latihan | Terbatas & Belum Standar | Lintasan Atletik 8 Lajur Ideal |
| Kebijakan Rekrutmen | 100% Atlet Lokal Bangli | Pembinaan Putra Daerah Berkelanjutan |
| Proyeksi Proyek | Pembinaan Dasar | Porprov 2027 & PON 2028 |
Sinergi Regional Menuju Porprov 2027 dan PON 2028
Lebih lanjut, PASI Bangli memandang bahwa alur pembinaan atlet tidak boleh berhenti hanya pada level Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Visi jangka panjang sangat diperlukan agar para atlet lokal Bangli mampu menembus kancah nasional dan berkontribusi nyata bagi kontingen Provinsi Bali. Oleh karena itu, dukungan penuh dari pemerintah daerah serta sinergitas lintas sektor menjadi elemen krusial dalam membangun ekosistem olahraga yang solid.
Budiarsa juga menggarisbawahi pentingnya kebersamaan dan rasa saling mendukung antar-Pengkab serta Pengkot PASI di seluruh wilayah Bali. Menurutnya, persaingan di tingkat daerah hendaknya bermuara pada penguatan fondasi tim atletik Bali secara keseluruhan. Kerja sama yang harmonis ini menjadi modal penting dalam menyongsong Porprov 2027, yang sekaligus dirancang sebagai ajang pemetaan awal menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
“Kami berterima kasih dan berharap semua pihak mendukung. Kami ingin atlet Bangli tetap berprestasi dengan kekuatan putra daerah sendiri,”
Ia menutup keterangannya dengan seruan optimistis bahwa konsistensi membina talenta lokal, jika diimbangi dengan penyediaan fasilitas yang layak, akan membawa kejayaan bagi dunia atletik Bangli dan Bali di masa depan.
Pengkab PASI Bangli menegaskan komitmen membina atlet asli daerah tanpa mengandalkan mutasi luar wilayah. Pembangunan lintasan atletik 8 lajur di GOR Bangli kini menjadi tumpuan utama peningkatan performa atlet. Baca selengkapnya di Terdepan.id!
Comments (0)