Bisnis

Pemerintah Resmikan ICOMEX, Bursa Mineral Beroperasi Penuh Januari 2027

JAKARTA — Indonesia resmi memulai babak baru dalam tata kelola komoditas tambang nasional melalui peresmian Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (ICOMEX).

Pemerintah Resmikan ICOMEX, Bursa Mineral Beroperasi Penuh Januari 2027

JAKARTA — Indonesia resmi memulai babak baru dalam tata kelola komoditas tambang nasional melalui peresmian Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (ICOMEX). Kehadiran bursa ini ditargetkan mampu menciptakan mekanisme pembentukan harga acuan mineral yang transparan, kredibel, dan berdaulat di pasar global, seiring ambisi Indonesia bertransformasi dari sekadar eksportir bahan mentah menjadi penentu harga (price maker).

Langkah strategis ini menjadi tonggak penting dalam integrasi program hilirisasi industri mineral yang terus digencarkan pemerintah. Melalui platform bursa terpusat, seluruh transaksi mineral strategis nasional diharapkan dapat tercatat secara riil, akuntabel, dan memberikan kepastian nilai tambah bagi penerimaan negara.

Kronologi dan Peta Jalan Pembentukan ICOMEX

Proses pembentukan dan pengoperasian bursa komoditas strategis ini dirancang melalui serangkaian tahapan sistematis guna memastikan keandalan regulasi maupun infrastruktur perdagangan:

  1. Peresmian Kelembagaan (September 2026): Peluncuran entitas ICOMEX secara resmi dilakukan sebagai payung hukum awal pembentukan pasar fisik dan berjangka mineral domestik.
  2. Finalisasi Regulasi dan Uji Kelayakan Teknis (Kuartal IV-2026): Otoritas terkait merampungkan kerangka pengawasan, sertifikasi pelaku pasar, standardisasi mutu komoditas, dan integrasi sistem kliring penjaminan.
  3. Pemberian Izin Operasional dan Uji Coba Perdagangan (Desember 2026): Simulasi sistem transaksi antar-pelaku industri tambang, smelter, dan pembeli institusi domestik maupun internasional.
  4. Peluncuran Operasional Penuh (Januari 2027): ICOMEX dijadwalkan beroperasi penuh mulai 4 Januari 2027 untuk melayani transaksi spot dan kontrak berjangka secara komersial.
"Pembentukan bursa mineral ini ditujukan agar pembentukan harga komoditas strategis kita tidak lagi sepenuhnya bergantung pada bursa luar negeri. Kedaulatan harga komoditas harus berada di tangan Indonesia sebagai salah satu produsen terbesar dunia," ujar perwakilan otoritas pengawas pasar keuangan.

Mendorong Kedaulatan Tata Kelola Komoditas

Selama beberapa dekade, komoditas unggulan seperti nikel, timah, bauksit, hingga tembaga kerap mengacu pada bursa global seperti London Metal Exchange (LME) atau Shanghai Futures Exchange (SHFE). Padahal, Indonesia menguasai porsi cadangan dan pasokan yang sangat signifikan di tingkat dunia.

Dengan hadirnya ICOMEX, sejumlah manfaat struktural diproyeksikan tercipta, di antaranya:

  • Transparansi Pasar: Menghilangkan disparitas harga yang merugikan pelaku usaha lokal dan mencegah praktik transfer pricing.
  • Optimalisasi Pendapatan Negara: Memudahkan penghitungan royalti, Pajak Penghasilan (PPh), serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) berbasis harga riil bursa.
  • Kepastian Pasokan Domestik: Menjamin stabilitas suplai bahan baku mineral bagi industri manufaktur dan pemurnian di dalam negeri.

Kesiapan Menuju Operasional Penuh Awal 2027

Menjelang target operasional pada Januari 2027, otoritas pasar modal bersama kementerian teknis tengah mengintensifkan sosialisasi kepada asosiasi pertambangan dan pengelola smelter. Kepatuhan standardisasi internasional serta keterlibatan lembaga penilai independen (surveyor) disiapkan secara ketat agar kontrak yang diperdagangkan memiliki likuiditas tinggi dan diakui secara global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fahmi-reza

Reporter MotoGP/Formula 1. Meliput balapan motor dan mobil internasional.

Comments (0)

User