Teknologi

Polisi Jhang Tangkap Guru Madrasah Pelaku Kejahatan Seksual Santri

JHANG — Aparat kepolisian Kot Shakir di wilayah Tehsil Athara Hazari, Distrik Jhang, bergerak cepat mengamankan seorang oknum guru madrasah. Penangkapan in

Polisi Jhang Tangkap Guru Madrasah Pelaku Kejahatan Seksual Santri

JHANG — Aparat kepolisian Kot Shakir di wilayah Tehsil Athara Hazari, Distrik Jhang, bergerak cepat mengamankan seorang oknum guru madrasah. Penangkapan ini dilakukan menyusul laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap santri di bawah umur yang tengah menempuh pendidikan di asrama setempat.

Berdasarkan keterangan dalam laporan kepolisian (FIR), pelapor yang merupakan warga Kot Langar menyatakan bahwa putranya yang masih berusia 12 tahun menjadi korban kekerasan seksual di lingkungan Madressah Hameedul Islam, Desa Chanda. Insiden memilukan tersebut langsung memicu tindakan hukum tegas dari otoritas keamanan.

Kronologi Kejadian di Madressah Hameedul Islam

Berdasarkan hasil penyelidikan awal pihak kepolisian, rangkaian peristiwa kekerasan seksual ini berlangsung dengan urutan kejadian sebagai berikut:

  1. Jumat Malam: Korban yang sedang berada di asrama dipaksa menuju salah satu kamar di lantai atas bangunan madrasah oleh pelaku, yang merupakan tenaga pendidiknya sendiri.
  2. Aksi Kekerasan: Di dalam ruangan tersebut, pelaku melumpuhkan korban secara paksa dan melakukan tindak kejahatan seksual.
  3. Pemeriksaan Medis: Pasca-kejadian, korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Markas Tehsil Athara Hazari (THQ Hospital) untuk menjalani pemeriksaan forensik.
  4. Hasil Visum & Penangkapan: Tim medis rumah sakit mengonfirmasi adanya luka dan tanda-tanda kekerasan seksual. Polisi langsung bergerak menangkap tersangka tanpa perlawanan.
"Laporan medis dari tim dokter telah mengonfirmasi terjadinya tindak pidana tersebut, dan saat ini tersangka sudah berada di bawah penahanan kepolisian untuk proses penyidikan lebih lanjut," ujar perwakilan penegak hukum setempat.

Operasi Tangkap Tangan Kasus Suap oleh Tim Anti-Korupsi

Pada hari yang sama di wilayah hukum Punjab, Direktorat Penegakan Anti-Korupsi (ACE) Jhang turut melancarkan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap aparatur sipil. Seorang petugas pertanahan (patwari) bernama Malik Mujahid Iqbal ditangkap setelah terbukti meminta uang suap senilai Rs4,2 juta kepada seorang dokter terkait pengurusan balik nama lahan perkotaan seluas sembilan kanal.

Operasi yang dipimpin Wakil Direktur ACE Muhammad Sarfraz Warraich bersama hakim yudisial berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai bertanda khusus sebesar Rs3 juta yang baru saja diserahkan oleh korban. Tersangka langsung ditahan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya di meja hijau.

Aksi serupa terjadi di Faisalabad, di mana Inspektur Badan Air dan Sanitasi (WASA), Zahid Iqbal, diringkus oleh tim ACE di bawah pimpinan Rana Rashid Mahmood. Zahid tertangkap basah menerima uang suap sebesar Rs20.000 dari seorang warga demi mengurangi tagihan saluran pembuangan limbah secara ilegal.

Kecelakaan Maut Pengendara Motor di Faisalabad

Selain penegakan hukum pidana dan korupsi, insiden kecelakaan lalu lintas maut dilaporkan terjadi di kawasan Chak 275-JB, wilayah hukum Polsek Thikriwala, Faisalabad. Insiden tabrakan dua sepeda motor tersebut menewaskan seorang pemuda dan melukai dua lainnya secara kritis.

Korban tewas diidentifikasi bernama Ashir Munir (20). Korban dilaporkan baru saja mengisi bahan bakar di stasiun pengisian dan melaju ke badan jalan sebelum akhirnya dihantam oleh sepeda motor berkecepatan tinggi yang dikendarai dua remaja. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat benturan keras, sementara dua korban luka parah dilarikan ke rumah sakit rujukan terdekat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS toni-kurniadi

Reporter E-Sports. Meliput Mobile Legends, Valorant, dan industri gaming.

Comments (0)

User