Menghadapi potensi musim kemarau dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), jajaran Kepolisian Resor (Polres) Ogan Komering Ulu (OKU) Timur mengambil langkah preventif dengan membangun sejumlah embung penampungan air di kawasan rawan bencana. Inisiatif ini difokuskan pada titik-titik strategis yang kerap mengalami defisit pasokan air saat operasi pemadaman titik api berlangsung.
Ketiadaan sumber air terdekat kerap menjadi kendala utama bagi tim gabungan pemadam kebakaran di lapangan ketika lahan gambut atau perkebunan mulai membara. Melalui pembuatan kantong-kantong air buatan ini, petugas dan relawan diharapkan mampu merespons laporan titik panas secara lebih cepat sebelum api menjalar ke area yang lebih luas.
Infrastruktur Air di Titik Rawan Kebakaran
Pembangunan embung air ini dirancang secara sistematis dengan memetakan wilayah-wilayah yang memiliki riwayat hotspot tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Keberadaan embung memastikan kendaraan taktis pemadam kebakaran serta mesin pompa jinjing tidak kehabisan pasokan air ketika bertugas di area pelosok.
"Ketersediaan sumber air adalah kunci keberhasilan pemadaman darat. Dengan hadirnya embung ini, proses pembasahan lahan dapat segera dilaksanakan tanpa harus menunggu pasokan air yang dibawa dari jarak jauh," ujar perwakilan pimpinan Polres OKU Timur dalam keterangannya.
Selain berfungsi sebagai tumpuan mitigasi bencana karhutla, fasilitas penampungan air tersebut juga memberikan manfaat ekologis dan agraris bagi masyarakat sekitar, khususnya untuk menjaga kelembapan tanah serta cadangan pengairan selama periode kemarau berlangsung.
Kolaborasi Bersama Masyarakat Tingkatkan Deteksi Dini
Upaya struktural melalui pembangunan fisik embung ini diimbangi dengan pendekatan persuasif kepada masyarakat setempat. Polres OKU Timur terus merangkul kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), aparatur desa, hingga perusahaan perkebunan untuk memperkuat sistem peringatan dini.
Sinergi multipihak dinilai mutlak diperlukan agar praktik pembukaan lahan dengan cara membakar (slash-and-burn) dapat ditekan hingga tingkat nol. Patroli terpadu secara berkala terus digencarkan untuk menyisir area semak belukar yang berisiko tinggi.
Langkah Terpadu Pencegahan Karhutla di OKU Timur
Dalam menjalankan strategi penanganan bencana kebakaran lingkungan terpadu, Polres OKU Timur menetapkan sejumlah pilar operasional utama, antara lain:
- Pemetaan Wilayah Rawan: Mengidentifikasi zona kering dan jalur akses armada pemadam ke lokasi-lokasi terpencil.
- Penyediaan Infrastruktur Air: Pembuatan embung, sekat kanal, dan optimalisasi sumur bor di titik-titik krusial.
- Patroli dan Pengawasan Berkala: Pengecekan lapangan secara rutin bersama unsur TNI, BPBD, dan relawan MPA.
- Edukasi dan Sosialisasi Hukum: Mengingatkan sanksi pidana tegas bagi pihak atau perorangan yang sengaja membakar lahan.
Melalui kesiapsiagaan sarana infrastruktur dan komitmen kebersamaan seluruh elemen warga, Kabupaten OKU Timur diharapkan mampu meminimalisasi risiko kabut asap dan menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Comments (0)