Teknologi

Presiden Prabowo Soroti Fenomena Raja Kecil dan Deep State Birokrasi

JAKARTA, Terdepan.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam terhadap dinamika internal birokrasi kementerian yang dinilai

Presiden Prabowo Soroti Fenomena Raja Kecil dan Deep State Birokrasi

JAKARTA, Terdepan.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam terhadap dinamika internal birokrasi kementerian yang dinilai kerap tidak sejalan dengan arah kebijakan pemerintah. Kepala Negara secara lugas menggambarkan resistensi aparatur sipil negara tertentu sebagai fenomena deep state serta menjulukinya sebagai keberadaan para "raja kecil" di institusi pemerintahan.

Pernyataan mendalam tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menggelar dialog terbuka dengan jajaran pimpinan redaksi media nasional di kediamannya, Hambalang, Bogor. Kepala Negara menegaskan bahwa masa kerja birokrat yang berlangsung puluhan tahun tanpa evaluasi keselarasan kerja dapat memicu hambatan struktural dalam pelaksanaan program pembangunan nasional.

Kronologi Sorotan Terhadap Resistensi Birokrasi

Kritik mengenai perilaku birokrasi ini mengemuka seiring evaluasi performa kelembagaan pemerintah. Berdasarkan pemaparan Presiden, dinamika relasi antara pejabat politik dan birokrat karir memunculkan sejumlah catatan penting:

  1. Identifikasi Hambatan Kebijakan: Adanya kebijakan strategis pemerintah yang tersendat akibat resistensi struktural pejabat tingkat kementerian yang enggan mengikuti arahan pimpinan baru.
  2. Keterikatan Masa Kerja Panjang: Aparatur sipil yang menduduki pos teknis selama puluhan tahun membentuk zona nyaman kekuasaan internal yang sulit ditembus reformasi.
  3. Tuntutan Penyelarasan Total: Penegasan bahwa seluruh jajaran eselon dan direktur jenderal (dirjen) wajib mengedepankan akuntabilitas serta integritas kerja demi melayani kepentingan publik, bukan mempertahankan kewenangan personal.
"Nah, itu dirjen-dirjen yang kita sebut deep state. Jadi, birokrasi yang tidak mau diatur, raja kecil, raja kecil," tegas Presiden Prabowo dalam program wawancara khusus tersebut.

Kesenjangan Masa Jabatan dan Penguasaan Teknis

Presiden Prabowo membandingkan secara komparatif antara mandat kepemimpinan politik yang dibatasi oleh regulasi pemilu dengan keberlanjutan karier aparatur sipil negara di kementerian. Menurutnya, ketimpangan durasi kerja tersebut berpotensi memicu arogansi struktural jika tidak diimbangi dengan sistem pengawasan yang ketat.

Pejabat politik seperti menteri atau presiden memiliki batasan masa pengabdian maksimal 5 tahun per periode. Sebaliknya, seorang birokrat karir dapat mengabdi selama lebih dari 20 tahun di kementerian yang sama, sehingga mereka sangat menguasai seluk-beluk administratif dan celah regulasi.

Penguasaan teknis yang mendalam tersebut di satu sisi merupakan modal birokrasi, namun di sisi lain dapat bertransformasi menjadi kekuatan destruktif apabila dimanfaatkan untuk mempertahankan status quo atau menolak transparansi sistemik.

Urgensi Reformasi Menuju Tata Kelola Akuntabel

Guna mengatasi fenomena "raja kecil" di lingkungan kementerian, pemerintah mendorong sejumlah langkah strategis guna memastikan tata kelola negara tetap berjalan efektif dan bersih:

  • Penguatan Sistem Meritokrasi: Rotasi berkala dan evaluasi kinerja berbasis capaian riil untuk mencegah hegemoni kekuasaan yang berakar terlalu lama di satu unit kerja.
  • Transparansi Jalur Komando: Penegakan hierarki kebijakan agar setiap instruksi presiden dan menteri dapat dieksekusi tanpa distorsi di tingkat teknis.
  • Peningkatan Budaya Akuntabilitas: Penindakan tegas terhadap segala bentuk penyalahgunaan kewenangan birokrasi yang merugikan pelayanan publik.

Langkah penertiban ini dipandang esensial agar seluruh target strategis pembangunan nasional dapat terwujud secara optimal tanpa terganjal oleh ego sektoral di dalam tubuh kementerian.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS toni-kurniadi

Reporter E-Sports. Meliput Mobile Legends, Valorant, dan industri gaming.

Comments (0)

User