Bisnis

PVMBG Sebut Dentuman Anak Krakatau Bisa Merambat Ratusan Kilometer

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan penjelasan resmi terkait fenomena suara dentuman misterius yang terdengar di kawasan Kota

PVMBG Sebut Dentuman Anak Krakatau Bisa Merambat Ratusan Kilometer

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan penjelasan resmi terkait fenomena suara dentuman misterius yang terdengar di kawasan Kota Bandung dan sejumlah wilayah Jawa Barat pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Suara berfrekuensi rendah tersebut disinyalir berkaitan erat dengan pelepasan energi akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang gelombang suaranya mampu merambat hingga jarak ratusan kilometer.

Kemunculan suara dentuman yang berulang sempat memicu kepanikan warga di kawasan Bandung Raya. Masyarakat melaporkan mendengar gemuruh samar disertai getaran halus pada kaca jendela rumah. Berdasarkan hasil pemantauan seismik dan akustik, PVMBG mengonfirmasi bahwa dinamika atmosfer dan intensitas letusan gunung api aktif dapat menciptakan kondisi ideal bagi perambatan gelombang suara jarak jauh.

Fenomena Perambatan Gelombang Akustik Atmosferik

Kepala PVMBG menerangkan bahwa pelepasan energi eksplosif dari kawah gunung api menghasilkan gelombang infrasonik dan akustik yang memiliki daya jangkau sangat luas. Ketika kondisi meteorologi mendukung, gelombang suara tersebut tidak langsung terdispersi ke angkasa, melainkan terpantul kembali ke permukaan bumi.

"Gelombang suara dari erupsi eksplosif dapat merambat ratusan kilometer akibat fenomena inversi suhu dan lapisan atmosfer tertentu. Tekanan udara dan kelembapan di malam hari membuat rambatan akustik terdengar jauh lebih jelas di daratan yang berjarak jauh dari sumber letusan," ungkap pejabat PVMBG dalam keterangan resminya.

Faktor-faktor atmosferik yang memperkuat transmisi gelombang suara tersebut antara lain:

  • Lapisan Inversi Termal: Perbedaan suhu udara di lapisan troposfer yang membiaskan gelombang suara kembali ke daratan.
  • Kondisi Angin Ambien: Pola hembusan angin pada ketinggian tertentu yang mengarahkan energi akustik ke wilayah timur dan tenggara.
  • Keheningan Malam: Penurunan drastis tingkat kebisingan lingkungan perkotaan yang meningkatkan ambang pendengaran masyarakat.

Status Vulkanik dan Karakteristik Erupsi Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami fase erupsi bertipe strombolian hingga freatomagmatik secara berkala. Letusan ini melontarkan material pijar dan kolom abu vulkanik, sekaligus melepaskan energi kinetik berupa tekanan gas yang cukup masif ke udara terbuka.

Meskipun energi suara mampu menjalar hingga melintasi perairan dan pegunungan Jawa Barat, PVMBG menegaskan bahwa ancaman bahaya fisik langsung—seperti lontaran batu pijar, awan panas, dan aliran lava—tetap berada dalam radius bahaya yang telah ditetapkan di sekitar kawah. Masyarakat di luar radius rekomendasi diminta untuk tidak cemas berlebihan.

Imbauan dan Mitigasi bagi Masyarakat

PVMBG mengimbau warga di Jawa Barat, Banten, dan Lampung untuk tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh oleh isu spekulatif yang beredar di media sosial. Validasi informasi resmi terkait status gunung api dapat diakses secara langsung melalui aplikasi Magma Indonesia atau kanal resmi Badan Geologi.

Masyarakat nelayan dan wisatawan juga diingatkan untuk mematuhi zona aman yang telah ditentukan dan tidak mendekati bibir kawah Gunung Anak Krakatau guna mengantisipasi lontaran material vulkanik mendadak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS grace-winata

Reporter Basket. Meliput IBL, NBA, dan basket Asia.

Comments (0)

User