Bisnis

RUEN 2026-2035 Didorong Jadi Kunci Arah Dekarbonisasi Industri Indonesia

Pemerintah didorong untuk memastikan arah dekarbonisasi industri tertuang tegas dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) 2026-2035. Rencana besar tersebut

RUEN 2026-2035 Didorong Jadi Kunci Arah Dekarbonisasi Industri Indonesia

Pemerintah didorong untuk memastikan arah dekarbonisasi industri tertuang tegas dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) 2026-2035. Rencana besar tersebut dinilai menjadi instrumen kunci yang menentukan seberapa cepat sektor industri nasional beralih dari energi fosil menuju energi bersih dalam satu dekade mendatang.

Dorongan ini mengemuka di tengah kekhawatiran bahwa tanpa kepastian regulasi, target penurunan emisi industri akan sulit tercapai. RUEN 2026-2035 bukan sekadar dokumen perencanaan, melainkan peta jalan yang akan menjadi acuan bagi seluruh pelaku industri, investor, dan pemerintah daerah dalam mengambil keputusan energi jangka panjang.

Dorongan Agar RUEN Tegas Atur Dekarbonisasi

Sejumlah pengamat energi dan pelaku industri menilai RUEN 2026-2035 harus lebih berani dibandingkan periode sebelumnya. Ruang lingkupnya perlu memuat target dekarbonisasi sektoral yang jelas, terukur, dan mengikat bagi industri padat energi seperti semen, baja, pupuk, serta tekstil.

"RUEN harus menjadi kompas yang jelas. Industri butuh kepastian arah, bukan sekadar imbauan. Jika arah dekarbonisasi tidak tegas, investasi energi bersih di sektor industri akan terus tertunda karena ketidakpastian," ujar pengamat energi yang memantau proses penyusunan RUEN.

Menurutnya, kehadiran target yang jelas akan membantu industri menyusun rencana bisnis jangka panjang, termasuk kapan harus mulai mengganti boiler berbahan batu bara dengan teknologi elektrifikasi atau biomassa, serta kapan investasi energi surya atap mulai menguntungkan secara ekonomi.

Tantangan Regulasi dan Infrastruktur

Kendati arah kebijakan sudah mengarah pada transisi energi, sejumlah tantangan nyata masih menghadang. Tumpang tindih regulasi antar kementerian dan lembaga menjadi salah satu hambatan utama yang membuat implementasi energi bersih di kawasan industri berjalan lambat.

  • Perizinan pembangkit energi terbarukan yang masih berbelit di sejumlah daerah.
  • Kapasitas jaringan transmisi listrik yang belum memadai untuk menampung energi surya dan angin skala besar.
  • Ketersediaan teknologi dan sumber daya manusia yang belum merata di sektor industri.
  • Harga energi terbarukan yang masih belum kompetitif dibandingkan energi fosil di sejumlah wilayah.

Infrastruktur kelistrikan menjadi perhatian serius. Untuk mendukung dekarbonisasi industri, sistem transmisi harus mampu menyalurkan listrik dari pembangkit energi terbarukan yang lokasinya tersebar, termasuk di luar Jawa. Tanpa penguatan infrastruktur ini, target bauran energi terbarukan nasional akan sulit diwujudkan.

Pembiayaan Transisi Energi Jadi PR Berat

Persoalan pembiayaan menjadi tantangan berikutnya yang tidak kalah pelik. Transisi energi industri membutuhkan dana investasi yang sangat besar, baik untuk pembangunan infrastruktur maupun penggantian teknologi produksi. Skema pembiayaan inovatif, termasuk campuran pendanaan publik dan swasta, menjadi kebutuhan mendesak agar proyek dekarbonisasi industri tidak berhenti di tahap wacana.

Para pemangku kepentingan berharap RUEN 2026-2035 juga memuat desain insentif yang menarik bagi investor, seperti kemudahan pembiayaan hijau, insentif fiskal, hingga jaminan pembelian listrik energi terbarukan dalam jangka panjang.

"Investor hanya akan masuk jika ada kepastian regulasi dan insentif yang jelas. RUEN harus mampu menjawab pertanyaan paling mendasar: apakah berinvestasi di energi bersih untuk industri ini menguntungkan dan aman secara regulasi?" tegas pelaku industri yang terlibat dalam konsultasi publik penyusunan RUEN.

Harapan bagi Industri Nasional

Jika berhasil dirumuskan dengan baik, RUEN 2026-2035 dapat menjadi titik balik transformasi industri nasional. Dekarbonisasi bukan lagi sekadar kewajiban lingkungan, melainkan peluang untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global, terutama di tengah meningkatnya tuntutan rantai pasok berkelanjutan dari negara-negara tujuan ekspor.

Sejumlah negara mitra dagang mulai menerapkan kebijakan yang mempertimbangkan jejak karbon produk impor. Dalam konteks ini, industri dalam negeri yang lebih cepat beradaptasi dengan energi bersih akan memperoleh keunggulan kompetitif yang signifikan.

Konsultasi publik dan pembahasan antar kementerian menjadi tahap penting yang menentukan. Masyarakat sipil dan pelaku usaha berharap proses penyusunan RUEN 2026-2035 berjalan transparan dan partisipatif, sehingga dokumen yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan lapangan dan mampu menjawab tantangan regulasi, infrastruktur, serta pembiayaan yang selama ini menghambat transisi energi industri Indonesia.

[SOCIAL_TWEET]: RUEN 2026-2035 didorong jadi kunci arah dekarbonisasi industri Indonesia. Regulasi, infrastruktur, dan pembiayaan jadi tantangan utama yang harus dijawab pemerintah. #EnergiBersih #RUEN[SOCIAL_TG]: RUEN 2026-2035 didorong menjadi kunci dekarbonisasi industri. Tantangan regulasi, infrastruktur, dan pembiayaan transisi energi jadi PR besar pemerintah. Baca selengkapnya di Terdepan.id.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fahmi-reza

Reporter MotoGP/Formula 1. Meliput balapan motor dan mobil internasional.

Comments (0)

User