JAKARTA — Artis dan penyanyi Sarwendah Tan akhirnya angkat bicara mengenai rumor miring yang menerpa kehidupan pribadinya pascaproses perceraian dengan presenter Ruben Onsu. Mantan personel Cherrybelle tersebut meradang setelah diterpa isu tak sedap yang menyebut dirinya mendoktrin anak-anaknya agar membenci sang ayah, sekaligus melarang Ruben untuk bertemu dengan buah hati mereka.
Kabar burung yang beredar luas di berbagai platform media sosial tersebut memancing emosi Sarwendah. Selama ini, ia memilih untuk diam dan tidak merespons berbagai spekulasi publik. Namun, tuduhan yang dinilai sudah menyentuh ranah pengasuhan anak dan menyudutkan perannya sebagai seorang ibu membuat Sarwendah merasa harus memberikan klarifikasi secara terbuka demi meluruskan informasi yang keliru.
Bantah Keras Tudingan Doktrin dan Pembatasan Akses
Sarwendah secara tegas membantah seluruh tuduhan yang dilayangkan warganet kepadanya. Ia menegaskan bahwa hubungan komunikasi antara anak-anak dan Ruben Onsu tetap berjalan baik tanpa ada batasan yang disengaja. Menurutnya, tuduhan bahwa dirinya melakukan doktrinisasi negatif kepada ketiga anaknya merupakan fitnah yang sangat merugikan dan membahayakan kondisi psikologis anak.
"Saya tidak pernah sekalipun mendoktrin anak-anak untuk membenci ayahnya, apalagi melarang mereka bertemu. Ruben adalah ayah kandung mereka, dan hubungan darah itu tidak akan pernah terputus. Tolong jangan membuat opini publik yang menyesatkan," ujar Sarwendah dengan nada tegas.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam urusan pengasuhan anak, dirinya dan Ruben telah sepakat untuk menempatkan kepentingan terbaik bagi buah hati di atas segalanya. Penjadwalan pertemuan atau komunikasi harian dilakukan secara fleksibel tanpa ada halangan dari pihak manapun.
Fokus Utama pada Kesehatan Mental Buah Hati
Dalam kesempatan tersebut, Sarwendah mengungkapkan keprihatinannya terhadap dampak buruk dari narasi-narasi liar di media sosial. Anak-anak yang kini mulai tumbuh dewasa tentu dapat mengakses informasi di internet, sehingga spekulasi tak berdasar ini dikhawatirkan dapat mengguncang kesehatan mental mereka.
Untuk meluruskan polemik yang berkembang, Sarwendah menyampaikan beberapa poin kunci terkait komitmen pengasuhan anak-anaknya:
- Akses Terbuka Sepenuhnya: Ruben Onsu memiliki akses penuh dan bebas untuk menemui atau menghubungi anak-anak kapan saja tanpa syarat yang memberatkan.
- Komitmen Co-Parenting: Meskipun hubungan pernikahan telah berakhir, keduanya berkomitmen menjalankan peran sebagai orang tua secara harmonis.
- Perlindungan Privasi Anak: Menghentikan penayangan narasi negatif yang dapat merusak perkembangan psikologis Betrand Peto, Thalia, dan Thania.
Sarwendah menegaskan bahwa dirinya selalu mengajarkan nilai-nilai penghormatan kepada anak-anaknya untuk tetap menghormati dan mencintai ayah mereka dalam situasi apa pun.
Imbauan Bijak Bermedia Sosial dan Ancaman Hukum
Melihat dampak dari disinformasi yang kian meluas, pihak Sarwendah tidak menutup kemungkinan untuk mengambil langkah hukum tegas terhadap akun-akun media sosial yang terus menyebarkan fitnah dan pencemaran nama baik. Langkah ini diambil semata-mata untuk memberikan efek jera serta melindungi privasi keluarganya dari bahaya perundungan siber.
Ia berharap publik dan para warganet dapat lebih bijak dalam mencerna informasi yang beredar. Narasi spekulatif yang tidak dikonfirmasi secara langsung hanya akan memperkeruh suasana dan merugikan pihak-pihak yang tidak bersalah, terutama anak-anak di bawah umur yang membutuhkan suasana tumbuh kembang yang kondusif dan penuh kasih sayang.
Comments (0)