Teknologi

SMPN 2 Negara Raih Juara Cerdas Cermat Museum Usai Comeback Dramatis

DENPASAR — Regu cerdas cermat dari SMPN 2 Negara berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan merebut gelar juara pertama dalam kompetisi cerdas cermat keb

SMPN 2 Negara Raih Juara Cerdas Cermat Museum Usai Comeback Dramatis

DENPASAR — Regu cerdas cermat dari SMPN 2 Negara berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan merebut gelar juara pertama dalam kompetisi cerdas cermat kebudayaan dan permuseuman tingkat provinsi yang digelar di Museum Bali, Denpasar, Kamis (17/9/2026). Kemenangan diraih setelah melalui drama sengit pada babak penentuan.

Tim yang diperkuat oleh Elisabeth Metta Maheswari Wangge, I Kadek Suastika Anggara Putra, dan I Made Teguh Dwi Prihandhana sukses mengumpulkan total 1.700 poin. Perolehan tersebut memastikan SMPN 2 Negara memuncaki klasemen akhir dan mengungguli dua finalis kuat lainnya dari kabupaten tetangga.

Kronologi Persaingan dan Perolehan Skor Babak Final

Kompetisi babak final berlangsung dengan tensi tinggi sejak awal sesi. Tiga kontingen sekolah bersaing ketat menjawab pertanyaan seputar sejarah, cagar budaya, tradisi, hingga wawasan permuseuman nusantara. Berikut rincian hasil akhir perlombaan:

  1. Juara I: SMPN 2 Negara (Kabupaten Jembrana) dengan raihan 1.700 poin.
  2. Juara II: SMPN 1 Blahbatuh (Kabupaten Gianyar) dengan perolehan 1.550 poin.
  3. Juara III: SMPN 2 Semarapura (Kabupaten Klungkung) dengan total 900 poin.

Strategi Balikkan Keadaan di Sesi Soal Rebutan

Perjalanan SMPN 2 Negara menuju tangga juara tidak berlangsung mulus sejak awal. Pada sesi pertanyaan wajib dan bergilir, perolehan poin mereka sempat tertinggal di bawah regu SMPN 1 Blahbatuh yang tampil konsisten memimpin jalannya lomba. Namun, momentum kebangkitan terjadi pada sesi penutup, yakni babak soal rebutan.

Dengan perhitungan matang dan ketenangan di bawah tekanan, ketiga siswa tersebut mengeksekusi strategi cepat dan tepat dalam memencet bel serta menjawab soal bernilai tinggi. Keputusan berani ini berhasil membalikkan keadaan di menit-menit akhir pertandingan.

"Strategi kami adalah berani menjawab ketika yakin seratus persen, tetapi tidak mengambil risiko konyol saat ragu. Kami juga membagi tugas sesuai kelebihan masing-masing, mulai dari penguasaan teori materi, tebak gambar situs, hingga tebak lagu daerah," ujar anggota tim, Elisabeth Metta Maheswari Wangge.

Persiapan Dua Bulan dan Dedikasi Pembinaan

Keberhasilan menjuarai ajang bergengsi ini merupakan buah dari disiplin tinggi dan persiapan intensif selama hampir dua bulan penuh. Delegasi sekolah harus melewati seleksi internal ketat, latihan harian, hingga tetap masuk sekolah untuk pembinaan intensif pada hari libur. Setelah melewati babak penyisihan, para peserta bahkan menambah jam belajar bersama hingga larut malam.

Tantangan akademis terbesar yang dihadapi para peserta adalah menguasai materi modul setebal 401 halaman yang memuat kajian mendalam terhadap 51 situs cagar budaya di Bali dan Indonesia. Ketelitian menghafal detail sejarah, ornamen arsitektur, dan konteks sosial budaya menjadi kunci pembeda performa mereka di panggung final.

"Saya sangat kaget, tegang, dan luar biasa bangga punya anak didik yang pantang menyerah. Sempat meneteskan air mata bahagia karena melihat perjuangan mereka yang mampu melampaui skor lawan di detik-detik terakhir," ungkap Guru Pembina SMPN 2 Negara, Jamilah, S.Pd.

Kemenangan ini membuktikan bahwa dedikasi belajar yang konsisten, kerja sama tim yang solid, serta ketenangan mental saat berada di bawah tekanan kompetitif mampu mengubah ketertinggalan menjadi sebuah kemenangan prestisius.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User