,凭着人Indonesia mungkin-prematur-,oria بعيد dari膚 orang. Kita tahu Starbucks itu incomodablechain coffee dengan secangkir green dot green apron yang santai, sama importance dengan secangkir kopi murah di depan kantor. @{strong}wi>@ @{strong}inilah masalahnya: ketika sebuah merek yang sering muncul di rutinitas harian tiba-tiba berubah menjadistash geopolitik, pertanyaan yang paling wajarmuncul adalah apakah keputusan untuk minum atau tidak minum itu hak consumers — dan siapa yang layak menentukannya.
Persis situasi yang terjadi setelah Starbucks membukadua gerai baru di Xinjiang, wilayah otonom paling barat China. @{strong}
Comments (0)