BANJARBARU — Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, guna meninjau secara langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah strategis. Dalam peninjauan tersebut, Wapres menekankan bahwa upaya pemadaman titik api harus berjalan beriringan dengan jaminan perlindungan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak kabut asap.
Kunjungan ini dilakukan sebagai respons cepat pemerintah pusat dalam memastikan penanganan karhutla di lapangan berjalan optimal, terkoordinasi, dan tidak mengabaikan keselamatan warga sekitar yang rentan terpapar gangguan pernapasan.
Kronologi Peninjauan dan Instruksi Lapangan Wapres
Rangkaian agenda peninjauan karhutla oleh Wakil Presiden di Banjarbaru mencakup sejumlah tahapan strategis:
- Pukul 09.30 WITA: Wapres Gibran tiba di posko komando terpadu penanggulangan karhutla di Banjarbaru untuk mendengarkan paparan situasi terkini mengenai sebaran titik panas (hotspot) dan luasan lahan yang terbakar.
- Pukul 10.15 WITA: Rombongan meninjau langsung area lahan gambut yang mengalami kebakaran serta menyaksikan operasi pemadaman darat oleh personel gabungan.
- Pukul 11.00 WITA: Wapres mendatangi posko kesehatan darurat untuk memastikan ketersediaan pasokan oksigen, obat-obatan, serta masker bagi warga dan petugas lapangan.
- Pukul 11.45 WITA: Pengarahan resmi kepada jajaran pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan Manggala Agni.
"Pemadaman api di lahan gambut dan kawasan hutan memang menjadi prioritas utama, namun keselamatan masyarakat serta penanganan kesehatan tidak boleh dinomorduakan. Layanan medis harus proaktif menjangkau warga," tegas Wakil Presiden di sela peninjauan.
Fokus Utama: Pelayanan Kesehatan dan Pencegahan ISPA
Dampak kabut asap akibat karhutla kerap memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Wapres menginstruksikan Kementerian Kesehatan bersama dinas kesehatan daerah untuk mengintensifkan langkah preventif:
- Distribusi Masker Berkualitas: Percepatan penyaluran masker medis dan masker standar partikel mikro kepada seluruh warga di zona terdampak kabut asap tebal.
- Posko Kesehatan Bergerak: Pengerahan unit puskesmas keliling untuk memantau kondisi kesehatan warga permukiman yang berada dekat dengan titik kebakaran.
- Kesiapan Fasilitas Rujukan: Memastikan rumah sakit dan puskesmas rujukan memiliki stok tabung oksigen memadai serta ruang rawat yang terisolasi dari asap.
Sinergi Operasi Pemadaman Darat dan Udara
Selain sektor kesehatan, Wapres Gibran menggarisbawahi pentingnya percepatan operasi pemadaman titik api secara terpadu. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama instansi terkait diminta memaksimalkan teknik water bombing dan operasi modifikasi cuaca (TMC) guna membasahi area gambut yang rawan terbakar kembali.
Pemerintah pusat berkomitmen untuk terus memonitor perkembangan situasi di Kalimantan Selatan demi memastikan stabilitas lingkungan, meminimalkan kerugian ekonomi, serta menjaga kualitas udara tetap dalam batas aman bagi seluruh masyarakat.
Comments (0)