LONDON — Tottenham Hotspur secara resmi mengumumkan penunjukan Antonio Conte sebagai manajer anyar mereka. Kehadiran juru taktik asal Italia tersebut diharapkan mampu mengakhiri dahaga trofi klub London Utara yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Manajemen Spurs meyakini mentalitas juara Conte menjadi modal krusial untuk mengangkat performa tim di kompetisi domestik maupun Eropa.
Keputusan merekrut Antonio Conte tidak terlepas dari portofolio impresif sang pelatih di level klub dan internasional. Pria berusia 52 tahun ini dikenal memiliki disiplin taktik tinggi, intensitas latihan yang ketat, serta skema permainan berbasis tiga bek yang kerap membawa tim asuhannya mendominasi kejuaraan.
"Kami sangat senang menyambut Antonio Conte ke klub. Rekam jejaknya berbicara sendiri, dengan segudang pengalaman dan gelar juara yang telah diraih di Italia maupun Inggris," demikian pernyataan resmi manajemen Tottenham Hotspur.
Kronologi Perjalanan dan Deretan Prestasi Antonio Conte
Sepanjang karier kepelatihannya, Conte telah menorehkan tinta emas di berbagai kompetisi bergengsi. Berikut adalah linimasa pencapaian penting sang pelatih sebelum resmi mendarat di Tottenham Hotspur Stadium:
- Periode 2011–2014: Kebangkitan Juventus dan Rekor 102 Poin
Conte memulai era dominasi Juventus di Serie A dengan mempersembahkan gelar Scudetto perdananya pada musim 2011/2012 tanpa menelan satu pun kekalahan (unbeaten). Total, Conte mempersembahkan tiga gelar Serie A berturut-turut serta dua trofi Supercoppa Italiana, termasuk mencetak rekor fantastis 102 poin dalam satu musim Serie A pada 2013/2014. - Periode 2014–2016: Transformasi Timnas Italia di Euro 2016
Selepas dari Juventus, Conte ditunjuk menukangi Timnas Italia. Mengandalkan skema 3-5-2 yang solid, Conte menyulap skuad Gli Azzurri yang minim bintang menjadi tim yang sangat disegani. Perjalanan impresif Italia baru terhenti di babak perempat final Euro 2016 setelah kalah lewat drama adu penalti yang sengit melawan Jerman. - Periode 2016–2018: Juara Premier League Bersama Chelsea
Hijrah ke Inggris, Conte langsung memberikan dampak instan pada musim perdananya (2016/2017) dengan membawa Chelsea menjuarai Premier League melalui catatan 30 kemenangan dalam 38 pertandingan. Pada musim berikutnya, Conte sukses mempersembahkan trofi FA Cup 2017/2018 sebelum akhirnya berpisah dengan The Blues. - Periode 2019–2021: Memutus Dominasi Juventus Bersama Inter Milan
Kembali ke Italia, Conte memimpin proyek ambisius Inter Milan. Pada musim keduanya (2020/2021), ia berhasil membawa Nerazzurri merebut gelar Scudetto Serie A sekaligus memutus hegemoni juara Juventus yang telah bertahan selama sembilan tahun beruntun.
Tantangan Besar di London Utara
Kini, tantangan baru menanti Conte di Tottenham Hotspur. Pelatih asal Lecce tersebut dituntut untuk segera membenahi mentalitas skuad dan mendongkrak performa Harry Kane serta kolega di papan klasemen Premier League.
Dengan reputasi sebagai pelatih yang mampu memberikan hasil instan, para pendukung Tottenham Hotspur menaruh ekspektasi tinggi agar Conte mampu mentransformasi klub menjadi penantang gelar juara yang sesungguhnya.
Comments (0)