Teknologi

Zulhas Pastikan Stok Jagung-Daging Nasional Aman di Tengah Proteksionisme Global

Di tengah semakin menguatnya gelombang proteksionisme perdagangan global, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa stok pangan strategis nasional, khususnya jagung dan daging, berada dalam ...

Zulhas Pastikan Stok Jagung-Daging Nasional Aman di Tengah Proteksionisme Global

Di tengah semakin menguatnya gelombang proteksionisme perdagangan global, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa stok pangan strategis nasional, khususnya jagung dan daging, berada dalam kondisi surplus dan sepenuhnya aman. Pemerintah memastikan bahwa Indonesia tidak akan mengalami kelangkaan pangan meskipun sejumlah negara menerapkan kebijakan pembatasan ekspor dan hambatan perdagangan lainnya. Zulhas, sapaan akrabnya, menyatakan bahwa justru dalam situasi penuh ketidakpastian ini, Indonesia mampu menunjukkan kemandirian pangan yang semakin kokoh.

Produksi Jagung Nasional Melonjak, Surplus Terus Bertambah

Data terbaru dari Kementerian Perdagangan mengungkapkan bahwa produksi jagung pipilan kering nasional pada tahun ini diperkirakan mencapai 14,5 juta ton, melebihi kebutuhan domestik yang berkisar 12,8 juta ton per tahun. Surplus sekitar 1,7 juta ton ini tidak hanya menjamin ketersediaan untuk konsumsi langsung, tetapi juga mengamankan pasokan bahan baku industri pakan ternak. Zulhas memaparkan bahwa keberhasilan ini didorong oleh program perluasan areal tanam, adopsi teknologi pertanian presisi, serta perbaikan sistem irigasi di sentra-sentra produksi jagung seperti Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.

Dengan stok jagung yang melimpah, biaya produksi peternakan unggas dapat ditekan. Sebab, jagung menyumbang sekitar 50-60 persen dari komponen pakan ayam. Hal ini berdampak positif pada stabilitas harga daging ayam dan telur di pasar. “Ketika peternak tidak lagi mengeluhkan harga pakan yang tinggi, maka rantai pasok protein hewani berjalan sehat. Masyarakat pun dapat menikmati harga yang wajar,” ujar Zulhas.

Stok Daging Sapi dan Ayam dalam Kendali Penuh

Untuk komoditas daging sapi, pemerintah mengandalkan pendekatan pengelolaan stok yang fleksibel. Cadangan daging beku di gudang Bulog dan pelaku usaha tercatat cukup untuk memenuhi permintaan selama tiga bulan ke depan. Zulhas menolak desakan membuka keran impor secara besar-besaran karena data menunjukkan adanya peningkatan populasi sapi potong lokal sebesar 4,2 persen dibandingkan tahun lalu. Meski masih terdapat defisit tipis, angka tersebut dapat ditutup melalui rekomendasi impor yang ketat dan terukur.

Sementara itu, produksi daging ayam justru mengalami surplus kronis. Pada 2025, output ayam broiler mencapai sekitar 3,8 juta ton, sedangkan konsumsi hanya 3,1 juta ton. Surplus inilah yang mendorong pemerintah untuk lebih agresif membuka peluang ekspor ke negara-negara tetangga yang membutuhkan. “Kita sudah ekspor ayam olahan ke Jepang dan Timor Leste. Ke depan, kita akan perluas ke pasar Timur Tengah dan Afrika,” ungkap Zulhas.

Strategi Membentengi Diri dari Proteksionisme Global

Fenomena proteksionisme muncul karena banyak negara produsen pangan memprioritaskan kebutuhan domestik di tengah ancaman resesi dan konflik geopolitik. Indonesia sendiri sempat merasakan dampak ketika India melarang ekspor gandum dan Argentina membatasi ekspor kedelai. Namun, Zulhas menilai bahwa fundamental ketahanan pangan Indonesia sudah jauh lebih kuat dibandingkan satu dekade lalu. Kunci utamanya adalah diversifikasi sumber bahan pangan dan penguatan produksi dalam negeri.

Langkah konkret yang ditempuh antara lain percepatan distribusi bibit hibrida unggul, penyaluran pupuk bersubsidi berbasis data spasial, modernisasi sistem logistik dan pergudangan, serta digitalisasi pemantauan rantai pasok. Seluruh kebijakan ini saling terintegrasi dalam Satu Data Pangan Nasional yang kini sudah berjalan. “Ketika proteksionisme menjadi tren, kita balikkan logikanya: justru dengan surplus, kita bisa lebih percaya diri menghadapi disrupsi perdagangan,” kata Zulhas.

Harga di Tingkat Konsumen Tetap Stabil

Indikator paling nyata dari keberhasilan pengelolaan stok adalah stabilitas harga di pasar rakyat. Berdasarkan pantauan di sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Sumatera, harga jagung pipil kering berada pada rentang Rp4.500 hingga Rp5.200 per kilogram, sementara daging sapi segar di kisaran Rp122.000 hingga Rp132.000 per kilogram. Angka ini relatif tidak berubah signifikan selama tiga bulan terakhir, berkat operasi pasar dan penugasan distribusi yang dijalankan secara berkala. Stabilitas harga ini menjadi modal sosial yang penting agar masyarakat tidak mudah terpancing isu kelangkaan yang kerap beredar di media sosial.

Zulhas menutup pernyataannya dengan optimisme. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan, dari petani hingga pedagang, untuk terus menjaga transparansi informasi. “Pemerintah akan terus memantau pergerakan stok dan harga setiap pekan. Jika ada indikasi gangguan, kami akan segera turun tangan. Stok kita aman, tidak ada ruang untuk spekulasi,” tegasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User