NEW YORK — Petenis unggulan utama asal Jerman, Alexander Zverev, menunjukkan performa luar biasa untuk mengamankan tempat di babak semifinal turnamen Grand Slam US Open 2026. Bertanding di Arthur Ashe Stadium pada Kamis (10/9/2026), Zverev menyudahi perlawanan wakil Belanda, Botic van de Zandschulp, lewat kemenangan tiga set langsung dengan skor akhir 6-2, 7-5, 6-1. Kemenangan ini membawanya melangkah ke babak empat besar turnamen lapangan keras tersebut untuk ketiga kalinya sepanjang karier profesionalnya.
Kemenangan impresif ini bukan sekadar meloloskan Zverev ke babak semifinal, melainkan juga menobatkan dirinya sebagai pemegang rekor sejarah baru bagi dunia tenis Jerman. Petenis berusia 29 tahun tersebut kini tercatat sebagai pemain Jerman dengan jumlah kemenangan laga Grand Slam terbanyak dalam satu musim kalender, menggeser pencapaian legendaris yang bertahan selama puluhan tahun.
Kronologi Kemenangan Dominan Zverev di New York
Zverev tampil sangat tenang sejak awal laga meski mendapatkan perlawanan sengit pada momen-momen krusial set kedua. Berikut adalah urutan jalannya pertandingan yang mengantarkan petenis nomor satu dunia itu menuju semifinal:
- Set Pertama (6-2): Kontrol Penuh Sejak Awal — Zverev langsung menekan pertahanan Van de Zandschulp melalui servis kencang dan penempatan bola yang presisi. Unggulan pertama ini berhasil mengamankan set pertama secara meyakinkan tanpa memberikan banyak ruang bagi lawan untuk berkembang.
- Set Kedua (7-5): Momen Krusial dan Reli Panjang — Set kedua menjadi ujian terberat bagi Zverev. Van de Zandschulp sempat berpeluang mencuri set ini saat memimpin 5-4. Namun, kesalahan forehand dari pemain Belanda tersebut dalam sebuah reli panjang 15 pukulan menggagalkan momentumnya. Zverev juga sukses menyelamatkan break point penting lewat pertukaran pukulan fantastis yang mencapai 33 pukulan, sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan merebut set kedua.
- Set Ketiga (6-1): Dominasi Mutlak Penutup Laga — Setelah memenangi pertarungan sengit di set kedua, Zverev tidak memberikan kesempatan bagi lawannya untuk bangkit. Ia menyapu bersih set ketiga dengan keunggulan telak 6-1 untuk menyegel tiket semifinal.
"Saya sangat senang bisa kembali berada di babak semifinal. Pertandingan hari ini memiliki dinamika yang berbeda dibandingkan dua hari lalu, tetapi mengamankan kemenangan tiga set langsung adalah hal yang luar biasa bagi kepercayaan diri saya," ujar Alexander Zverev dalam wawancara di lapangan usai pertandingan.
Pencapaian Berjarah: Mematahkan Rekor Boris Becker
Kemenangan di babak perempat final ini mengantarkan Zverev mengumpulkan 23 kemenangan pertandingan Grand Slam di sepanjang musim 2026. Jumlah tersebut resmi melampaui rekor legenda tenis dunia asal Jerman, Boris Becker, yang mencatatkan 22 kemenangan pada musim 1989 silam.
Konsistensi sang juara French Open 2026 ini memosisikan dirinya sebagai petenis paling tangguh di tur pria musim ini. Zverev saat ini memimpin daftar ATP Tour dengan total 51 kemenangan di semua kompetisi sepanjang tahun 2026, menjadikannya favorit kuat untuk merengkuh gelar US Open pertamanya sekaligus gelar Grand Slam kedua dalam kariernya.
Perbandingan Statistik Performa Semusim: Zverev vs Becker
Berikut adalah tabel perbandingan pencapaian rekor kemenangan Grand Slam dalam satu musim antara Alexander Zverev dan legenda tenis Boris Becker:
| Kategori Pencapaian | Alexander Zverev (2026) | Boris Becker (1989) |
|---|---|---|
| Kemenangan Laga Grand Slam | 23 Kemenangan | 22 Kemenangan |
| Gelar Grand Slam Musim Ini | French Open 2026 (Potensi US Open) | Wimbledon & US Open 1989 |
| Total Kemenangan Tur (Musim) | 51 Kemenangan (Berjalan) | 64 Kemenangan |
Peluang Menuju Gelar Grand Slam Kedua
Pengamat tenis dunia menilai bahwa transisi permainan Zverev dari lapangan tanah liat ke lapangan keras berjalan sangat mulus. Menurut pengamatan analis Terdepan.id, keunggulan Zverev musim ini terletak pada efisiensi servis pertama serta ketahanannya dalam reli-reli panjang di atas 10 pukulan. Keberhasilan menyelamatkan break point krusial melalui reli 33 pukulan melawan Van de Zandschulp membuktikan bahwa kekuatan mentalnya berada pada level tertinggi.
Jika Zverev mampu mempertahankan konsistensi ini di babak semifinal dan final, ia berpeluang besar mengawinkan gelar French Open dan US Open pada tahun yang sama, sebuah pencapaian langka yang akan semakin mengukuhkan posisinya di puncak peringkat ATP.
Comments (0)