JAKARTA, Terdepan.id — PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menyampaikan laporan komprehensif terkait perkembangan proyek integrasi rantai pasok baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) nasional. Direktur Utama Antam, Letjen TNI (Purn) Untung Budiharto, memaparkan kemajuan strategis tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Kompleks Parlemen, Senayan.
Proyek pengembangan ekosistem baterai EV hulu-ke-hilir ini dirancang untuk memaksimalkan nilai tambah sumber daya nikel domestik sekaligus menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok transisi energi global.
Kronologi dan Realisasi Tahapan Proyek Rantai Pasok Baterai EV
Dalam pemaparannya, manajemen Antam memaparkan linimasa capaian operasional dan kemitraan internasional yang sedang berjalan:
- Penyelesaian Perjanjian Kerangka Kerja Sama (Framework Agreement): Antam bersama holding industri pertambangan MIND ID dan PT Industri Baterai Indonesia (IBC) menuntaskan negosiasi skema kerja sama operasional dengan konsorsium global asal Tiongkok (CBL/CATL) dan Korea Selatan (LG Consortium).
- Spin-Off dan Transaksi Aset Hulu: Perseroan merampungkan pemisahan sebagian wilayah izin usaha pertambangan (IUP) nikel di Halmahera Timur sebagai penyertaan modal dalam pembentukan usaha patungan (joint venture) pertambangan dan peleburan.
- Pematangan Dokumen Teknis dan Kajian Kelayakan: Penyelesaian Feasibility Study (FS), analisis dampak lingkungan (AMDAL), serta perencanaan rekayasa teknis awal untuk fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL) dan Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF).
- Persiapan Konstruksi Fisik: Memasuki fase pematangan lahan dan finalisasi pendanaan proyek guna memulai pembangunan fisik pabrik pengolahan prekursor, katoda, hingga perakitan sel baterai terintegrasi.
"Kami terus mengawal seluruh tahapan integrasi ini agar berjalan sesuai tata kelola yang baik dan jadwal strategis pemerintah. Kerja sama dengan para mitra teknologi global diarahkan untuk memastikan transfer teknologi dan penciptaan nilai tambah nikel di dalam negeri berjalan optimal," ungkap Untung Budiharto dalam forum RDP.
Fokus Penguatan Nilai Tambah dan Kedaulatan Industri Nasional
Inisiatif mega proyek ini terbagi ke dalam enam mata rantai utama yang terintegrasi, meliputi penambangan bijih nikel, pemurnian teknologi HPAL/RKEF, produksi material sulfat dan prekursor, manufaktur katoda, perakitan sel baterai, hingga fasilitas daur ulang (recycling) baterai bekas.
Antam menegaskan bahwa kepemilikan saham nasional dijaga secara proporsional guna memastikan kedaulatan industri dalam negeri tetap terlindungi. Berikut sejumlah target strategis yang ditargetkan dari proyek terpadu ini:
- Peningkatan Kapasitas Produksi: Menghasilkan puluhan gigawatt hour (GWh) kapasitas sel baterai untuk memenuhi kebutuhan kendaraan listrik domestik dan pasar ekspor regional.
- Penyerapan Tenaga Kerja Lokal: Membuka ribuan lapangan kerja langsung dan tidak langsung di kawasan industri Halmahera Timur dan wilayah hilir lainnya.
- Pemberdayaan Rantai Pasok Lokal: Mendorong keterlibatan industri pendukung domestik dalam suplai bahan penolong dan infrastruktur kawasan.
Melalui percepatan proyek ekosistem baterai kendaraan listrik ini, Antam berkomitmen menjaga momentum hilirisasi mineral demi mendukung target dekarbonisasi nasional dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Comments (0)