Bisnis

Basarnas Pastikan Benda Putih Dekat Anak Krakatau Bukan Kapal Terbalik

Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) bersama pihak kepolisian perairan memastikan bahwa objek berwarna putih yang terekam melayang di perairan sekitar Gu

Basarnas Pastikan Benda Putih Dekat Anak Krakatau Bukan Kapal Terbalik

Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) bersama pihak kepolisian perairan memastikan bahwa objek berwarna putih yang terekam melayang di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau bukanlah kapal yang mengalami kecelakaan laut. Kepastian ini diperoleh setelah aparat gabungan melakukan verifikasi lapangan menyusul viralnya rekaman video amatir di media sosial.

Sebelumnya, perhatian publik di dunia maya tertuju pada cuplikan video udara yang memperlihatkan benda lonjong berukuran cukup besar mengapung di dekat kaki gunung api aktif di Selat Sunda tersebut. Posisi dan bentuk objek tersebut memicu spekulasi luas di kalangan warganet yang menduga adanya insiden kapal terbalik atau karam yang belum terevakuasi.

Kronologi Temuan Objek Melalui Pantauan Drone

Temuan visual tersebut bermula dari dokumentasi perjalanan yang diunggah oleh seorang kreator konten, Andrea Ramadhan. Rekaman yang diambil menggunakan pesawat tanpa awak (drone) itu awalnya hanya ditujukan untuk mengabadikan lanskap kawasan vulkanik Gunung Anak Krakatau.

  1. Pengambilan Gambar: Rekaman drone dilakukan di sekitar radius perairan cagar alam Gunung Anak Krakatau saat kondisi perairan terpantau relatif tenang.
  2. Laporan Netizen: Pengunggah tidak langsung menyadari keberadaan objek aneh tersebut hingga sejumlah pengikut di media sosial mengirimkan pesan langsung (DM) yang menyoroti kejanggalan pada visual air laut.
  3. Viral di Media Sosial: Potongan gambar resolusi tinggi kemudian menyebar luas di platform Instagram dan TikTok, memicu kekhawatiran terkait potensi korban kecelakaan laut di perairan Banten-Lampung.

Penyisiran Lapangan dan Konfirmasi Resmi Tim SAR

Merespons kegaduhan informasi tersebut, Tim SAR gabungan segera berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan dan kepolisian perairan (Polairud) untuk menelusuri laporan kecelakaan kapal maupun kapal hilang di wilayah teritorial Selat Sunda.

"Setelah menerima informasi visual yang beredar luas, personel langsung diterjunkan untuk melakukan validasi koordinat dan pemantauan di lokasi. Hingga penyisiran selesai, kami tidak menemukan adanya bangkai kapal terbalik, serpihan lambung kapal, ataupun tanda-tanda kedaruratan lainnya," tegas perwakilan otoritas SAR setempat.

Pihak berwenang juga menegaskan bahwa seluruh stasiun radio pantai dan syahbandar tidak menerima sinyal bahaya (distress signal) dari kapal nelayan, kapal cepat, maupun kapal kargo pada rentang waktu pengambilan rekaman tersebut.

Analisis Objek dan Evaluasi Teknis

Berdasarkan hasil analisis visual lanjutan bersama pengamat maritim, objek putih tersebut dipastikan merupakan fenomena alamiah laut atau material vulkanik lepas yang sering muncul di sekitar kawah aktif. Beberapa faktor yang menjelaskan penampakan tersebut antara lain:

  • Akumulasi Buih dan Material Belerang: Aktivitas hidrotermal bawah laut di sekitar Gunung Anak Krakatau kerap memicu pelepasan gas dan buih belerang pekat yang menggumpal menyerupai struktur padat saat difoto dari ketinggian.
  • Sampah Laut dan Kayu Hanyut: Tumpukan sampah laut yang terperangkap arus pusaran lokal sering membentuk formasi memanjang yang tampak kontras dengan warna air laut.
  • Efek Refleksi Optik: Sudut pencahayaan matahari terhadap gelombang laut dangkal dan pasir pantai vulkanik dapat menciptakan ilusi optik pada sensor kamera drone beresolusi tertentu.

Basarnas mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi yang belum terverifikasi. Nelayan dan operator kapal wisata di Selat Sunda tetap diminta mematuhi rekomendasi radius aman dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) demi menjaga keselamatan pelayaran.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User