SURABAYA, Terdepan.id — Tim pakar maritim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya merilis data pemantauan terkait hilangnya kontak kapal motor penyeberangan (KMP) Virgo Transport 8. Berdasarkan pantauan sistem pelacakan otomatis, kapal feri tersebut tercatat memancarkan sinyal navigasi terakhir kali sebelum menghilang dari radar pantau maritim.
Data dari pusat monitoring Automatic Identification System of ITS (AISITS) menunjukkan aktivitas transmisi data kapal tersebut terputus secara mendadak pada akhir pekan lalu. Temuan teknis ini menjadi rujukan krusial bagi tim pencarian dan pertolongan (SAR) dalam memetakan titik koordinat awal proses evakuasi.
Kronologi Deteksi dan Hilangnya Kontak Navigasi
Berdasarkan rekaman log data navigasi digital yang dihimpun oleh tim teknis AISITS Surabaya, pergerakan KMP Virgo Transport 8 terekam dalam rentang waktu krusial berikut:
- Sabtu (12/9), Pukul 21.00 WIB: KMP Virgo Transport 8 terpantau melakukan navigasi rutin dengan pancaran sinyal AIS yang stabil dan berada pada jalur pelayaran yang ditentukan.
- Sabtu (12/9), Pukul 22.15 WIB: Kecepatan kapal dan parameter posisi masih terbaca normal oleh stasiun penerima sinyal pesisir tanpa adanya laporan peringatan bahaya (distress signal).
- Sabtu (12/9), Pukul 22.33 WIB: Sistem AISITS menerima transmisi data terakhir dari transponder kapal. Setelah menit tersebut, tidak ada lagi pertukaran paket data posisi yang terpancar.
- Minggu (13/9), Dini Hari: Otoritas pelabuhan dan tim SAR gabungan secara resmi menyatakan KMP Virgo Transport 8 berstatus hilang kontak setelah seluruh panggilan radio maritim tidak mendapatkan respons.
"Berdasarkan rekam jejak digital pada server AISITS, pancaran sinyal navigasi terakhir dari KMP Virgo Transport 8 tercatat persis pada Sabtu malam pukul 22.33 WIB. Setelah titik waktu tersebut, transmisi AIS kapal terputus total," terang pakar sistem perkapalan ITS.
Peran Teknologi AISITS dalam Operasi Pencarian
Sistem AISITS merupakan inovasi pelacakan maritim berbasis telemetri yang dikembangkan untuk memantau pergerakan kapal, pola arus pelayaran, serta mendeteksi anomali di perairan Nusantara. Dalam insiden KMP Virgo Transport 8, data historis dari stasiun bumi AISITS memberikan rincian penting yang mencakup:
- Titik Koordinat Terakhir: Menetapkan koordinat lintang dan bujur saat sinyal padam guna menentukan Search and Rescue Datum Point.
- Vektor Kecepatan dan Arah: Mengidentifikasi kecepatan jelajah (speed over ground) dan arah haluan (course over ground) sesaat sebelum transmisi terputus.
- Analisis Pola Hanyut: Memprediksi pergeseran objek berdasarkan integrasi data cuaca maritim, kecepatan angin, dan arus laut di sekitar lokasi terakhir.
Fokus Penyelamatan dan Koordinasi Maritim
Hingga saat ini, armada SAR gabungan bersama otoritas kesyahbandaran terus menyisir zona perairan sesuai kalkulasi koordinat terakhir yang disuplai oleh sistem pemantauan. Penyelidikan paralel juga dilakukan guna menganalisis berbagai kemungkinan penyebab putusnya sinyal, mulai dari gangguan suplai daya listrik kapal, kendala transponder transmisi, hingga faktor cuaca ekstrem di wilayah perairan setempat.
Pihak keluarga penumpang diimbau untuk memantau posko resmi informasi SAR guna mendapatkan pembaruan valid mengenai operasi pencarian KMP Virgo Transport 8.
Comments (0)