Teknologi

YOGYAKARTA — Jusuf Kalla Tegaskan Penghijauan Efektif Cegah Bencana Alam

Di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata dan meningkatnya frekuensi bencana alam di berbagai pelosok Nusantara, upaya mitigasi sejak dini menja

YOGYAKARTA — Jusuf Kalla Tegaskan Penghijauan Efektif Cegah Bencana Alam

Di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata dan meningkatnya frekuensi bencana alam di berbagai pelosok Nusantara, upaya mitigasi sejak dini menjadi kunci utama keselamatan warga. Bertempat di Yogyakarta, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Muhammad Jusuf Kalla, menyampaikan imbauan krusial terkait pentingnya menjaga ekosistem melalui aksi nyata penghijauan lingkungan. Tindakan preventif ini dinilai jauh lebih efektif dan bernilai jangka panjang dibandingkan sekadar melakukan penanggulangan saat bencana telah menerjang.

Pria yang akrab disapa JK tersebut menekankan bahwa kerusakan alam sering kali menjadi faktor pemantik utama terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga kekeringan. Oleh karena itu, gerakan menanam pohon dan merawat vegetasi lokal harus dijadikan prioritas nasional dalam strategi pengurangan risiko bencana (PRB).

Mitigasi Bencana Berbasis Kelestarian Alam

Menurut Jusuf Kalla, paradigma penanganan bencana di Indonesia harus terus bergeser dari pola reaktif menuju pola proaktif. Selama ini, Palang Merah Indonesia kerap diidentikkan dengan aksi tanggap darurat pascabencana, seperti pendistribusian logistik, pendirian tenda pengungsian, dan penyiapan dapur umum. Namun, menjaga kelestarian lingkungan hidup sebenarnya merupakan fondasi utama agar bencana dapat diantisipasi sebelum merenggut jiwa serta harta benda.

"Mencegah bencana itu jauh lebih murah dan bijak daripada kita bertindak setelah kehancuran terjadi. Pohon yang kita tanam hari ini adalah benteng pertahanan terbaik anak cucu kita dari ancaman banjir dan longsor di masa depan," tegas Jusuf Kalla di hadapan para jajaran pengurus dan relawan PMI.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), lebih dari 90 persen kejadian bencana di Indonesia didominasi oleh bencana hidrometeorologi. Hal ini membuktikan betapa rentannya kawasan yang mengalami alih fungsi lahan dan degradasi hutan. Penanaman pohon di wilayah resapan air serta kawasan perbukitan yang curam dinilai menjadi solusi alami untuk memperkuat struktur tanah dan menyerap curah hujan berlebih.

Analisis Komparatif Pendekatan Penanggulangan Bencana

Untuk memahami efektivitas langkah preventif melalui penghijauan dibanding respons pascabencana, berikut adalah perbandingan dampak serta efisiensi sumber daya yang dibutuhkan:

Indikator Pendekatan Reaktif (Pascabencana) Pendekatan Preventif (Penghijauan)
Fokus Utama Penyelamatan jiwa dan bantuan logistik darurat Pemulihan ekosistem dan perlindungan tanah
Estimasi Biaya Sangat Tinggi (rekonstruksi & bantuan berkelanjutan) Tergolong Efisien (bibit & pemeliharaan berkala)
Dampak Jangka Panjang Bersifat sementara untuk pemulihan krisis Permanen, menjaga kualitas udara & sumber air

Peran Komunitas dan Langkah Konkret PMI

Penguatan kapasitas masyarakat di tingkat tapak menjadi fokus utama PMI dalam memperluas cakupan program penghijauan. Tidak hanya melibatkan relawan internal seperti Korps Sukarela (KSR) dan Palang Merah Remaja (PMR), PMI juga mendorong sinergi bersama pemerintah daerah, akademisi, serta komunitas pecinta alam di Daerah Istimewa Yogyakarta dan wilayah lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, JK juga menggarisbawahi bahwa konservasi lingkungan bukan sekadar gerakan seremonial penanaman pohon semata. Keberhasilan penghijauan sangat bergantung pada konsistensi perawatan pohon hingga tumbuh dewasa dan berfungsi secara optimal dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

"Menanam pohon itu baru lima persen dari pekerjaan. Yang sembilan puluh lima persen lagi adalah merawatnya sampai pohon itu besar dan kuat," tambah JK dengan nada lugas, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengawasi wilayah hijau di sekitar pemukiman mereka.

Melalui penguatan program penghijauan berbasis masyarakat ini, PMI berharap angka kerentanan bencana di daerah rawan dapat ditekan secara signifikan. Sinergi antara aksi kemanusiaan dan kepedulian lingkungan hidup diharapkan menjadi fondasi kokoh untuk menciptakan ketangguhan bencana nasional di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fahmi-reza

Reporter MotoGP/Formula 1. Meliput balapan motor dan mobil internasional.

Comments (0)

User