Kepolisian Daerah (Polda) Lampung bersama tim gabungan SAR resmi memperluas area operasi pencarian terhadap rombongan yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda. Rombongan tersebut terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal yang sebelumnya berlayar dari kawasan Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Pencarian kini difokuskan menyisir wilayah perairan Lampung Selatan hingga gugusan pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau. Langkah perluasan ini diambil menyusul nihilnya petunjuk posisi kapal setelah lebih dari 24 jam dinyatakan putus kontak dari rute pelayaran aslinya.
Kronologi Hilangnya Kontak Rombongan Jurnalis
Operasi penyelamatan dilakukan menyusul laporan otoritas pelabuhan terkait kapal motor kayu yang tidak kunjung tiba di titik koordinat tujuan sesuai jadwal estimasi. Berikut adalah urutan kejadian berdasarkan keterangan resmi pihak kepolisian:
- Keberangkatan Kapal: Kapal motor yang membawa rombongan bertolak dari dermaga Pantai Carita, Pandeglang, pada pagi hari untuk keperluan peliputan dan dokumentasi di kawasan kepulauan Selat Sunda.
- Hilang Kontak: Memasuki tengah hari, komunikasi radio dan sinyal telepon seluler seluruh penumpang terputus saat kapal diperkirakan melintas di dekat perbatasan perairan Banten-Lampung.
- Laporan Darurat: Pihak keluarga dan asosiasi jurnalis melaporkan situasi keterlambatan kepulangan kapal kepada Polairud dan Basarnas setelah kapal melampaui batas waktu kepulangan yang ditentukan.
- Penyisiran Awal: Tim SAR gabungan Banten melakukan pemindaian awal di sekitar rute lintasan Carita, namun kondisi cuaca buruk membatasi jarak pandang.
- Perluasan Wilayah Operasi: Polda Lampung menginstruksikan jajaran Ditpolairud untuk memulai penyisiran intensif dari arah pesisir Kalianda, Rajabasa, hingga Pulau Sebesi.
Pengerahan Armada Laut dan Koordinasi Lintas Wilayah
Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Lampung mengerahkan sejumlah kapal patroli cepat guna menjangkau pulau-pulau terluar dan ceruk karang yang berpotensi menjadi lokasi berlindung kapal nelayan saat menghadapi mati mesin.
"Kami berkoordinasi penuh dengan Basarnas Lampung, TNI AL, serta Ditpolairud Polda Banten. Seluruh armada kapal patroli dikerahkan menyisir perairan selatan Lampung hingga wilayah perairan sekitar Gunung Anak Krakatau untuk menemukan keberadaan korban secepat mungkin," jelas juru bicara kepolisian.
Selain mengerahkan armada resmi, kepolisian turut mengimbau komunitas nelayan tradisional serta kapal motor penumpang yang melintasi jalur penyeberangan Bakauheni–Merak untuk melapor jika menemukan tanda-tanda atau puing kapal.
Tantangan Cuaca dan Gelombang Tinggi di Selat Sunda
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa kondisi perairan Selat Sunda bagian selatan saat ini tengah dipengaruhi oleh angin kencang berkecepatan 15 hingga 20 knot serta gelombang laut berketinggian 1,5 hingga 2,5 meter. Kondisi hidrometeorologi ini menjadi tantangan utama tim pencari.
- Penyisiran diutamakan pada jalur lintasan arus permukaan yang mengarah ke barat daya.
- Posko darurat dibuka di Pelabuhan Panjang Bandar Lampung dan Dermaga Canti Lampung Selatan.
- Alat komunikasi darurat dan pelampung penyelamat disiagakan di seluruh armada penolong.
Pihak berwenang memastikan operasi pencarian akan berlangsung selama 24 jam dengan sistem rotasi personel guna memastikan keselamatan delapan korban yang masih belum diketahui keberadaannya.
Comments (0)